Kobarnews.id, LEBAK – Kabar sedap datang dari kawasan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten. Musim durian mulai tiba. Buah “si raja buah” itu kini bergelantungan lebat di pepohonan, menunggu waktu matang untuk dipanen.
Bagi para pemburu durian, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Warga Baduy menyebut hasil musim kali ini cukup melimpah. Sejumlah pohon bahkan dipenuhi buah hingga dahan harus dijaga agar tak patah akibat menahan beban.
Kang Asep Baduy, salah seorang warga setempat, mengajak para pecinta durian untuk datang menikmati langsung buah hasil hutan dan kebun tradisional Baduy.
“Pecinta durian ayo merapat ke Baduy. Sekarang lagi musim durian di Baduy. Buahnya banyak sekali dan sebentar lagi matang-matang,” ujar Kang Asep.
Menurut Kang Asep, lebatnya buah membuat sebagian pohon durian harus mendapat perhatian ekstra. Warga memanjat pohon untuk mengikat buah-buah yang menggantung. Cara ini dilakukan untuk mengurangi risiko dahan patah sekaligus menjaga buah tetap aman hingga waktunya dipanen.
“Pohon durian di Baduy banyak yang tinggi. Kami harus memanjat untuk mengikat duriannya karena takut dahannya patah, saking lebatnya buah yang menggantung,” katanya.
Ia menuturkan, durian yang tumbuh di kawasan Baduy memiliki cita rasa tersendiri. Buah tersebut tumbuh di lingkungan alam yang masih terjaga dan kebun tradisional masyarakat, tanpa pola budidaya intensif seperti perkebunan komersial.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat durian Baduy dikenal memiliki aroma harum, rasa legit dan tekstur daging buah yang lembut.
“Pokoknya isinya tidak bakal gagal. Kalau sudah matang, rasanya benar-benar nikmat,” ucapnya.
Bagi masyarakat Baduy, musim durian bukan sekadar masa panen. Momen ini juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil alam secara turun-temurun dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Sementara bagi wisatawan, menikmati durian di kawasan Baduy menawarkan pengalaman berbeda. Menyantap durian di tengah suasana alam yang asri, udara pegunungan yang sejuk dan kehidupan masyarakat yang masih sederhana menjadi sensasi tersendiri.
Kang Asep bahkan punya resep sederhana untuk menikmati durian agar semakin mantap.
“Paling nikmat ngopi hitam sama durian. Itu sudah paling pas,” tuturnya sambil tersenyum.
Musim durian diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Para pemburu durian yang ingin mencicipi langsung hasil panen Baduy pun bisa datang ketika buah mulai matang sempurna.
Tak hanya berburu “si raja buah”, pengunjung juga dapat menikmati suasana kawasan Baduy yang masih lekat dengan tradisi, kearifan lokal dan kelestarian alam yang dijaga secara turun-temurun. (Red/Dian)




