kobarnews.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKesehatanNewsViral

Pandeglang Jadi Daerah dengan Perokok Harian Tertinggi di Banten, Tembus 37,88%

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
16 Oktober 2026
Bagikan
3 menit baca
Poto ilustrasi peroko masip.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan persentase penduduk yang merokok setiap hari tertinggi di Provinsi Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angkanya mencapai 37,88 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tujuh kabupaten/kota lainnya di Banten. Di posisi berikutnya, Kabupaten Lebak mencatatkan persentase perokok harian sebesar 34,06 persen, disusul Kabupaten Serang 32,16 persen dan Kabupaten Tangerang 30,58 persen.

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto, mengatakan proporsi pengeluaran masyarakat untuk rokok juga mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir.

“Kalau di 2024, proporsi pengeluaran masyarakat untuk rokok sekitar 17 persen. Pada 2025 naik menjadi 18,64 persen,” kata Achmad kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

- Advertisement -
Ad image

Achmad menjelaskan, angka pengeluaran tersebut berbeda dengan persentase penduduk yang merokok. Proporsi pengeluaran rokok dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran per kapita sehingga tidak bisa langsung diartikan sebagai peningkatan jumlah perokok.

Baca Juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla
Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan
Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar
Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

“Ini rata-rata per kapita, artinya pengeluarannya dibagi dengan jumlah penduduk. Kalau ada orang yang tidak merokok, tetap masuk dalam perhitungan rata-rata tersebut,” jelasnya.

Menurut Achmad, data mengenai tren merokok berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin perlu merujuk pada publikasi BPS yang lebih spesifik. Dia mengaku belum bisa memastikan kelompok usia yang paling banyak merokok di Pandeglang berdasarkan data statistik.

“Kalau untuk data berdasarkan kelompok umur, kita harus melihat publikasi yang lebih khusus. Jadi, untuk angka pastinya berdasarkan usia, perlu dicek lagi datanya,” ujarnya.

Baca Juga:

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Meski belum memiliki angka khusus, Achmad mengaku melihat fenomena kebiasaan merokok yang mulai merambah kalangan usia muda, termasuk pelajar SMP.

- Advertisement -
Ad image

“Kalau fenomena yang saya amati, kecenderungannya sudah mulai merambah kelompok muda, bahkan anak SMP. Saya pernah melihat sendiri anak-anak SMP berkumpul di depan minimarket,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pengamatan tersebut merupakan pengalaman yang dijumpai secara langsung, bukan hasil pengukuran statistik. Karena itu, fenomena tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan jumlah perokok di kalangan pelajar SMP.

Achmad menduga sejumlah perokok berusia lebih tua mungkin berhenti merokok karena kesadaran terhadap kesehatan, edukasi, atau kondisi medis. Sementara itu, kebiasaan merokok pada kelompok usia muda masih perlu diteliti lebih lanjut.

- Advertisement -
Ad image

“Yang sudah tua mungkin ada yang mulai sadar, ada yang terkena penyakit, atau terpaksa berhenti karena kondisi kesehatan. Sementara kelompok muda mungkin masih dalam tahap mencoba-coba. Tetapi, untuk mengetahui jumlahnya, kita belum mengecek secara khusus,” tuturnya.

Berdasarkan data Susenas 2025, Kota Serang mencatatkan persentase penduduk yang merokok setiap hari sebesar 32,16 persen. Sementara itu, persentase di Kota Cilegon mencapai 27,24 persen, Kota Tangerang 23,87 persen, dan Kota Tangerang Selatan 19,31 persen.

Baca Juga:

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah
DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri

Dengan angka 37,88 persen, Pandeglang tercatat sebagai kabupaten/kota dengan persentase penduduk yang merokok setiap hari tertinggi di Banten pada 2025. (Red/*)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Disperindag Banten Bawa Produk Unggulan IKM ke TEI 2026, Bidik Pasar Ekspor
Selanjutnya Tingkatkan Kompetensi Pemandu Gunung, APGI Banten Gelar Pelatihan Sertifikasi
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa

Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi

Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Budaya Daerah

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Daerah News

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Daerah News

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

Daerah News

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com