TANGERANG – Upaya memperkuat ketahanan energi terus dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Salah satunya dengan memperluas pembangunan jaringan gas bumi (jargas) ke permukiman warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tangerang Raya.
Pengembangan jargas ini menyasar Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, Banten, serta menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Group Head City Gas Project PT PGN, Lebiner Sinaga, mengatakan pembangunan jargas kini menyasar sejumlah lokasi baru di kawasan Bintaro Jaya. Di antaranya Klaster Rajawali Residence, Permata, dan Griya Pipit. Sementara untuk Kota Tangerang, pemasangan jargas akan dilakukan di wilayah Cipondoh.
“Semakin banyak masyarakat menggunakan gas bumi dari jaringan, maka semakin besar pula peluang Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Maka itu kami meminta dukungan semua pihak dalam mewujudkan proyek strategis nasional ini,” ujar Lebiner kepadamu wartawan, Kamis (13/8/2026) di Tangerang.
Menurutnya, sejak 2023 PGN telah membangun jaringan gas sepanjang 373 kilometer. Infrastruktur tersebut telah melayani sekitar 11 ribu rumah yang tersebar di 126 klaster perumahan di Kota Tangerang Selatan.
Jumlah pelanggan diperkirakan terus bertambah. Sebab, PGN masih melakukan pemasangan jaringan gas di sejumlah titik baru sepanjang tahun ini.
Lebiner menegaskan, jargas tidak sekadar memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memasak. Lebih dari itu, penggunaan gas bumi melalui jaringan menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
“Pemasangan jaringan gas bukan hanya untuk keperluan memasak, tetapi bagian dari program ketahanan energi yang dicanangkan pemerintah Indonesia,” katanya.
Bidik Bintaro dan Cipondoh
Project Manager City Gas 2 PT PGN, Rudi Permadi, mengungkapkan sejumlah kawasan di Tangerang Selatan yang sudah menikmati layanan jargas antara lain Bintaro Jaya, Graha Raya, dan Villa Melati Mas.
Sementara itu, ekspansi baru tengah dilakukan di sejumlah klaster Bintaro Jaya, seperti Rajawali Residence, Permata, Griya Pipit, dan kawasan lainnya. Untuk Kota Tangerang, pengembangan jargas diarahkan ke Cipondoh.
Rudi memastikan pengembangan jargas di Bintaro bukan proyek yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan hasil koordinasi yang telah dilakukan PGN bersama berbagai pihak selama beberapa tahun.
Pada Oktober 2022, PGN bersama PT Jaya Real Property telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan jaringan gas rumah tangga dan pelanggan komersial. Sasaran pelanggan juga mencakup hotel, restoran, dan kafe di kawasan Bintaro Jaya serta Graha Raya.
Kemudian pada 14 Maret 2023, PGN mulai membangun jargas di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Proyek tersebut mencakup pipa induk sekitar 36,3 kilometer menuju Regulating System (RS). Selain itu, terdapat pipa distribusi bertekanan rendah sepanjang sekitar 315,9 kilometer untuk menyalurkan gas ke pelanggan.
Dalam tahap perencanaan, jaringan ini ditargetkan mampu melayani 35.749 sambungan rumah tangga, 203 pelanggan kecil atau UMKM, serta 38 pelanggan komersial. Wilayah pembangunan mencakup Bintaro Jaya, Graha Raya, dan Villa Melati Mas.
“Kami menggandeng anak usaha PT PGN Solution dalam merealisasikan program ini dan telah berjalan lancar,” jelas Rudi.
Tak Lagi Cemas Kehabisan Gas
Manfaat jargas juga mulai dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya Lono Abdul Hamid, warga Klaster Mahagony Bintaro.
Lono mengaku penggunaan gas PGN membuat dirinya dan keluarga tak lagi khawatir kehabisan gas saat sedang memasak.
Bukan hanya itu. Menurut Lono, penggunaan jargas juga lebih praktis karena tekanan gas stabil. Ketika harus bepergian selama beberapa hari, ia tak perlu repot membawa atau melepas tabung LPG.
“Soal keamanan dan kepraktisan juga jauh lebih tenang. Dulu kalau mau bepergian agak lama, kita harus lepas tabung gas. Nah, kalau pakai Jargas ini kan enak, tinggal tutup kran pengamannya kalau kita mau pergi lebih dari tiga hari. Sangat praktis, aman, dan tekanannya stabil banget,” kata Lono, dilansir Antara. (Red)




