Kobarnews.id, SERANG – Sekitar 4.000 penari memeriahkan Festival Gabrugan di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong festival tersebut masuk dalam agenda tahunan Karisma Event Nusantara (KEN).
Festival Gabrugan digelar di Lapangan Rancanini, Desa Mangu, Kecamatan Padarincang, Selasa (11/8/2026). Pembukaan festival turut dihadiri Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, tokoh masyarakat Embay Mulya Syarif, serta sejumlah tamu undangan.
Dimyati menilai Festival Gabrugan memiliki potensi menjadi daya tarik wisata dan memenuhi sejumlah unsur untuk diusulkan ke Kementerian Pariwisata agar masuk kalender event kepariwisataan nasional.
“Kalau kita lihat tadi, seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam festival ini, dari mulai anak-anak sampai lansia,” kata Dimyati.
Dia meminta perangkat daerah terkait segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mengusulkan Festival Gabrugan masuk dalam KEN.
Menurutnya, masuknya Festival Gabrugan dalam kalender pariwisata nasional dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, termasuk UMKM. Festival tersebut juga dinilai menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal.
“Jika bukan melalui festival seperti ini, anak-anak kita tidak akan mengenal budaya lokalnya. Maka dari itu saya sangat mendukung kegiatan seperti ini dan harus terus dilestarikan setiap tahunnya,” ujarnya.
Bagi masyarakat Padarincang, Festival Gabrugan bukan sekadar pertunjukan seni. Kegiatan tersebut memiliki makna historis sekaligus menjadi wadah memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan pelestarian budaya lokal.
Dalam festival tersebut, sekitar 4.000 penari dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, petani, pegiat seni hingga masyarakat umum, tampil bersama. Mereka membawakan tarian kolosal Rampak Gabrugan dan Ngagurah.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyambut baik usulan Festival Gabrugan masuk KEN. Dia bahkan mendorong kecamatan lain di Kabupaten Serang mengembangkan festival serupa sesuai potensi dan budaya masing-masing wilayah.
“Saya yakin di setiap kecamatan itu mempunyai potensi yang berbeda-beda dan itu bisa dikembangkan seperti yang dilakukan di Kecamatan Padarincang ini,” katanya.
Ketua Pelaksana Festival Gabrugan Eko Budianto mengatakan kegiatan tersebut menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat Padarincang yang masih dipertahankan hingga kini. Salah satu wadah pemersatu masyarakat, kata dia, adalah pelestarian kebudayaan lokal.
Dia mengapresiasi keterlibatan ribuan penari dan masyarakat dalam festival tersebut.
“Ini bukti kalau kami masyarakat Padarincang masih kompak dan bersatu dalam memegang teguh warisan kebudayaan kami,” ujarnya. (Red/Oyo)




