Kobarnews.id, PANDEGLANG – RSUD Berkah Pandeglang terus membenahi fasilitas rawat inap untuk memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini, progres pembenahan disebut telah mencapai hampir 80 persen.
Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, dr. Cut Budiarti Ermawan, mengatakan pembenahan dilakukan di sejumlah aspek, mulai dari pengaturan suhu ruangan, sirkulasi udara, hingga fasilitas toilet.
“Semuanya mulai dibenahi, sudah hampir 80 persen, mulai dari AC, sirkulasi udara, toilet juga,” kata Cut saat ditemui di kantornya, Selasa (13/10/2026).
Dia mengatakan seluruh toilet juga diganti menggunakan kloset duduk untuk memudahkan pasien selama menjalani perawatan.
“Semua WC kami ganti menjadi WC duduk supaya tidak menyulitkan pasien,” ujarnya.
Cut menjelaskan, pemenuhan standar KRIS menjadi hal penting bagi rumah sakit. Sebab, menurut dia, ketentuan tersebut berkaitan dengan klasifikasi atau tipe rumah sakit.
“Wajib, kalau tidak dipenuhi tipe rumah sakit ini bisa turun menjadi tipe C,” tegasnya.
Akui Masih Kekurangan Alat Kesehatan
Di tengah upaya pembenahan fasilitas, Cut mengakui RSUD Berkah Pandeglang masih memiliki keterbatasan alat kesehatan (alkes). Salah satunya adalah freezer jenazah yang saat ini mengalami kerusakan.
Sebagai langkah sementara, pihak rumah sakit menyiapkan opsi menitipkan jenazah yang tidak dikenal ke rumah sakit lain di Cilegon apabila fasilitas penyimpanan jenazah belum dapat digunakan.
“Beberapa alat kesehatan ada yang rusak, seperti freezer jenazah. Opsinya jika ditemukan mayat tidak dikenal akan dititip dulu ke Rumah Sakit Cilegon,” katanya.
Cut mengatakan pengadaan freezer jenazah baru telah diajukan kepada pemerintah daerah. Namun, pengadaan tersebut masih menunggu ketersediaan anggaran.
Menurut dia, harga satu unit freezer jenazah diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Sambil menunggu anggaran, pihaknya juga berkomunikasi dengan sejumlah dokter untuk mencari tahu apakah alat yang rusak tersebut masih memungkinkan untuk diperbaiki.
“Pengadaan freezer itu untuk satu unit sekitar Rp 500 juta. Jadi, sambil menunggu anggaran tersedia, saya sudah berkomunikasi dengan beberapa dokter apakah masih bisa diperbaiki atau tidak,” pungkasnya. (Red/*)





