kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsPendidikanViral

Sekolah Satu Atap Tembus Nasional, Lebak Buktikan Prestasi Tak Lagi Milik Sekolah Unggulan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 September 2026
Bagikan
5 menit baca
Kepala Dindik Kabupaten Lebak Doddy Irawan.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Jangan anggap remeh sekolah satu atap. Dari sekolah yang berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, lahir siswa berprestasi yang mampu menembus panggung nasional.

Kabupaten Lebak membuktikannya. Dua siswa dari sekolah satu atap sukses mengharumkan nama Banten setelah sebelumnya meraih juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat Provinsi Banten.

Mereka adalah Amelia Putrirepi, siswi SMPN 6 Satu Atap Bayah, yang meraih juara 1 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara Nur Kolifah dari SMPN 3 Satu Atap Sobang menyabet juara 2 bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Prestasi ini menjadi perhatian tersendiri. Sebab, dua siswa tersebut berasal dari sekolah satu atap yang selama ini lebih dikenal sebagai model pemerataan akses pendidikan di wilayah dengan tantangan geografis.

- Advertisement -
Ad image

Artinya jelas: sekolah di pelosok pun bisa melahirkan juara.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, ST, MSi, mengatakan prestasi Amelia dan Nur Kolifah menjadi bukti bahwa kesempatan memperoleh pendidikan bermutu harus diberikan secara merata.

“Terima kasih atas kerja keras siswa dan guru pembimbing. Terus berikan yang terbaik dan harumkan nama Kabupaten Lebak,” kata Doddy kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Menurut Doddy, prestasi tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa siswa berprestasi hanya bisa lahir dari sekolah di perkotaan atau sekolah yang selama ini dicap sebagai sekolah unggulan.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Sebaliknya, kata dia, sebaran prestasi siswa di Lebak kini semakin merata. Juara tidak lagi didominasi sekolah atau kecamatan tertentu.

- Advertisement -
Ad image

“Kesempatan pendidikan yang baik, kesempatan kualitas yang sama terus kami upayakan merata di semua sekolah. Semua anak harus mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Untuk mengejar pemerataan kualitas tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak bersama satuan pendidikan melakukan pembinaan secara berjenjang.

Salah satunya melalui kegiatan pengayaan, monitoring, dan evaluasi yang digelar rutin setiap Sabtu. Program ini menyasar guru dari seluruh jenjang dan bidang pelajaran.

- Advertisement -
Ad image

Menariknya, materi pengayaan tidak semata-mata ditentukan dari atas. Para guru juga diberi ruang mengusulkan materi sesuai kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

Pembinaan dilakukan mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga gugus wilayah. Tujuannya bukan hanya meningkatkan kemampuan guru, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan siswa secara lebih merata.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

“Setiap Sabtu ada pengayaan, monitoring dan evaluasi untuk guru, semua jenjang dan semua bidang pelajaran, bukan hanya bidang yang biasa dilombakan. Usulan materi juga berasal dari guru,” jelas Doddy.

Pola pembinaan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang membuka ruang bagi guru dan siswa untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi masing-masing.

Hasilnya mulai terlihat.

Sepanjang 2026, prestasi siswa Lebak dalam berbagai kompetisi pendidikan, termasuk OSN dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), mulai menyebar ke berbagai sekolah dan kecamatan.

Tidak hanya sekolah yang berada di pusat kota. Sekolah-sekolah di wilayah lain juga mulai naik podium.

“Sekarang di tahun 2026, sebaran juara baik di OSN maupun FLS3N sudah tersebar dari berbagai sekolah dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak, baik SD maupun SMP,” kata Doddy.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah dan membuka akses agar anak bisa bersekolah.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap siswa mendapat pembinaan, pendampingan dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sekolah satu atap sendiri dikembangkan pemerintah untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, terutama di daerah yang menghadapi kendala geografis. Model ini memungkinkan beberapa jenjang pendidikan berada dalam satu kawasan sehingga siswa tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk melanjutkan sekolah.

Kini, model tersebut membuktikan hasil yang lebih jauh dari sekadar memperluas akses pendidikan.

Dari sekolah satu atap di Bayah dan Sobang, lahir juara yang mampu bersaing di level nasional.

Amelia dan Nur Kolifah menjadi contoh bahwa potensi akademik tidak mengenal alamat sekolah. Asalkan mendapat kesempatan dan pembinaan yang tepat, anak-anak dari mana pun bisa berprestasi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak berharap capaian tersebut tidak berhenti pada dua nama. Prestasi Amelia dan Nur Kolifah diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah lain untuk semakin serius menggali dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Semoga bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujar Doddy.

Bagi Lebak, prestasi dua siswa sekolah satu atap tersebut menjadi momentum penting. Sekolah unggulan memang tetap dibutuhkan. Namun, masa depan pendidikan daerah akan semakin kuat jika kualitas dan kesempatan berprestasi tidak hanya terkumpul di sekolah-sekolah tertentu.

Dari Bayah dan Sobang, Lebak mengirim pesan sederhana: podium juara bukan milik sekolah yang paling lengkap fasilitasnya atau yang berada di pusat kota. Prestasi bisa lahir dari mana saja, selama setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk berkembang. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Anak Muda Lebak Jangan Cuma Jadi Penonton, Harus Jadi Motor Promosi Wisata
Selanjutnya 36 Puskesmas di Pandeglang Siaga 24 Jam Antisipasi Abu Anak Krakatau
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com