Kobarnews.id, LEBAK – SMAN 1 Rangkasbitung menggelar simulasi gempa bumi dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kokurikuler bertema mitigasi bencana.
Simulasi tersebut digelar sebagai implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran mendalam. Pada tahun ajaran ini, SMAN 1 Rangkasbitung memilih tema mitigasi bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan dipandu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Kepala BPBD Provinsi Banten Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si., dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten Ir. H. Asep Mulya Hidayat, MM., turut memberikan pendampingan.
Dalam simulasi tersebut, warga sekolah tidak hanya mendapatkan materi mengenai kebencanaan. Mereka juga mempraktikkan sejumlah langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi, mulai dari menyelamatkan diri hingga melakukan evakuasi dan penanganan awal terhadap korban.
Guru SMAN 1 Rangkasbitung, Hendriana, mengatakan kegiatan itu bertujuan agar mitigasi bencana tidak hanya dipahami secara teori di dalam kelas.
“Seluruh peserta didik bahkan warga sekolah bisa mengetahui atau melakukan mitigasi bencana yang sewaktu-waktu terjadi, sehingga memiliki antisipasi yang maksimal dan meminimalkan risiko jatuhnya korban akibat bencana yang terjadi,” ujar Hendriana kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Menurut Hendriana, praktik langsung penting dilakukan agar warga sekolah memahami tindakan yang harus diambil ketika menghadapi kondisi darurat.
Seluruh warga sekolah kemudian dilibatkan dalam skenario simulasi. Mereka berlatih merespons guncangan gempa, menuju lokasi evakuasi, hingga memberikan pertolongan awal kepada korban.
Latihan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kesiapsiagaan sehingga warga sekolah tidak panik ketika menghadapi bencana yang sebenarnya.
Pengetahuan tentang jalur evakuasi, cara menyelamatkan diri, dan penanganan awal korban diharapkan dapat menjadi keterampilan yang dimiliki warga sekolah.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMAN 1 Rangkasbitung berupaya membangun budaya sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dengan demikian, warga sekolah diharapkan mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi sehingga risiko dan potensi korban dapat diminimalkan. (Red/Dian)




