kobarnews.id
Senin, 2 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInfrastrukturNewsPemerintahanViral

Jalan Sunan Kalijaga Mulai Dibongkar, Bakal Jadi Braga-nya Lebak?

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
17 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Jalan Sunan Kalijaga di Rangkasbitung, Lebak, mulai dibongkar dan ditata. Ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten itu ditata melalui pembangunan drainase dan pedestrian.

Pantauan Kobarnews.id, Kamis (17/9/2026), pekerjaan fisik terlihat di sejumlah titik Jalan Sunan Kalijaga. Penataan tersebut menjadi bagian dari rencana pembenahan kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan kuliner di Rangkasbitung.

Penataan kawasan Sunan Kalijaga sebelumnya juga digagas tidak sekadar melalui pembangunan trotoar dan perbaikan drainase. Kawasan tersebut disebut akan dikembangkan sebagai kawasan kuliner dan ruang publik yang lebih tertata, dengan konsep yang bahkan diarahkan menyerupai kawasan Braga di Bandung.

Pelaku usaha ArenKula Nusantara sekaligus Ketua Leekraf Lebak, Andi Yuliandi, menyambut baik pembenahan tersebut. Namun, dia berharap penataan dilakukan dengan perencanaan matang dan melibatkan pihak yang memiliki keahlian serta pengalaman.

- Advertisement -
Ad image

“Penataan kawasan seperti ini idealnya tidak hanya bertumpu pada asumsi. Akan lebih kuat kalau sejak awal melibatkan ahli dan orang-orang yang memang berpengalaman di bidangnya, sehingga konsep yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan kawasan,” ujar Andi.

Baca Juga:

ArenKula Nusantara Jadi Satu-satunya Wakil Lebak yang Masuk 10 Besar Jawara UMKM Banten 2026
Banjir Menghantui Lagi, Warga Permata Kasemen Tagih Janji Pengembang dan Desak Pemkot Serang Turun Tangan!
DPC PPP Kabupaten Serang Dukung Mardiono, Siap Satu Komando Jelang Pemilu 2029
Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda

Menurut Andi, penataan juga perlu memperhitungkan hubungan antara pedagang, pengunjung, pejalan kaki, dan kendaraan.

“Kalau memungkinkan, ruang pedagang dan parkir bisa diatur dengan jelas. Dengan begitu, aktivitas ekonomi tetap hidup, tetapi fungsi jalan dan kenyamanan masyarakat juga terjaga,” katanya.

Dia menilai keberhasilan penataan nantinya tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga konsistensi pengawasan setelah proyek selesai.

Baca Juga:

Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga
Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD
Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia
Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup

“Pembangunan fisik tentu penting, tetapi setelah selesai justru tantangan berikutnya adalah menjaga aturan. Pengawasan dan tindakan yang konsisten perlu disiapkan sejak awal agar kawasan yang sudah tertata tidak kembali ke pola lama,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad image

Andi juga mendorong agar kuliner khas Lebak mendapat ruang khusus di kawasan tersebut. Menurutnya, pelaku kuliner lokal bukan sekadar pedagang, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas daerah.

“Kalau ingin kawasan ini menjadi etalase Lebak, kuliner khas daerah perlu mendapat ruang dan perhatian. Mereka bukan hanya menjual makanan, tetapi juga membawa identitas dan cerita tentang Lebak,” katanya.

Dia menilai perlu ada dukungan khusus bagi pelaku kuliner khas yang sedang membangun pasar.

- Advertisement -
Ad image

“Produk khas daerah terkadang membutuhkan waktu untuk dikenal. Jangan sampai karena mengejar yang cepat laku, kita justru kehilangan kesempatan membangun pasar untuk kuliner lokal,” ujarnya.

Menurut Andi, potensi kawasan Sunan Kalijaga cukup besar karena pasar Rangkasbitung tidak hanya berasal dari masyarakat Lebak. Kedekatan kawasan dengan Stasiun Rangkasbitung serta akses transportasi yang semakin mudah dinilai membuka peluang mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

Baca Juga:

Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api
Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029
KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan
Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten

Andi juga berharap karakter Lebak diperkuat melalui desain kawasan. Salah satunya dengan menghadirkan unsur budaya lokal.

“Kalau memang ingin punya karakter, bisa dihadirkan ornamen khas Lebak, termasuk nuansa Baduy di titik-titik tertentu. Jadi orang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga merasakan suasana khas Lebak,” katanya.

Menurutnya, jika Jalan Sunan Kalijaga ingin diarahkan menjadi “Braga-nya Lebak”, yang dibangun bukan hanya fisik kawasan, tetapi juga konsep dan tata kelolanya.

Trotoar, kata dia, harus tetap menjadi ruang bagi pejalan kaki. Parkir perlu diatur secara jelas, pedagang mendapat ruang yang layak, sementara kuliner khas Lebak diberi kesempatan berkembang.

“Ukuran keberhasilan penataan bukan ketika proyek selesai dan kawasan terlihat baru. Ukuran sesungguhnya adalah ketika kawasan itu tetap rapi, hidup dan berkarakter setelah proyek selesai,” ujarnya. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Tiang WiFi Menjorok ke Badan Jalan di Rangkasbitung, Warga Khawatir Picu Kecelakaan
Selanjutnya Kodim 0603/Lebak Periksa Kelengkapan Surat Kendaraan Anggota
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD

Dua UMKM Lebak Tembus 16 Besar Jawara Banten, Bidik Tiket 10 Besar!

Festival Kaibon Kota Serang 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Seni Budaya hingga UMKM Lokal

Ratusan Pemotor Jelajahi Wisata Alam Banten, Rayakan HUT ke-26

Fasilitas Lengkap, Curug Goong Mandalawangi Tawarkan Glamping dan Camping Ground Komunal

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Nasional

Pengurus PKB Pandeglang Dikukuhkan, Nawawi Desak Anggaran Pesantren dan Madrasah Ditambah

Daerah Nasional

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Muhaimin Iskandar Minta Kader Mulai Bergerak Menangkan Pemilu 2029

Daerah Ekbis

458 Mahasiswa USBR Diwisuda, Rektor: Kampus Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lebak

Daerah Infrastruktur

Pembangunan 5 Rutilahu Program TMMD ke-130 Kodim Lebak Capai 80 Persen

Daerah Hukum

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar 3 Titik

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com