Kobarnews.id, PANDEGLANG – Insiden mobil pemadam kebakaran milik TNI yang menyerempet sejumlah warga saat peringatan Maulid Nabi di Kampung Cibadak, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, menjadi sorotan. Yon TP 842 membantah kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
Pasi Intel Yon TP 842 Letda Indra menjelaskan, insiden itu terjadi saat dua kendaraan TNI baru selesai melakukan pemadaman kebakaran di wilayah Cigeulis.
Saat melintas di Kampung Cibadak, kata Indra, terdapat kegiatan Maulid Nabi yang dihadiri warga. Dua kendaraan yang melintas terdiri dari mobil tangki air dan mobil pemadam kebakaran.
“Mobil tangki air sudah duluan karena posisinya kecil. Kalau mobil damkar kan besar, jadi kepalanya sudah masuk duluan dan bagian belakangnya menyerempet warga,” kata Indra kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (2/9/2026).
Indra mengatakan, kondisi di lokasi saat itu gelap dan terdapat tikungan. Sejumlah warga disebut sedang duduk di pinggir gorong-gorong saat mobil damkar melintas.
Menurutnya, bagian belakang mobil damkar yang berbelok kemudian menyerempet beberapa warga. Salah seorang warga bahkan mengalami cedera setelah terkena ban kendaraan.
“Ada yang kena ban, seperti Pak Ahmad. Kena ban, terkilir dan kulitnya terkelupas. Satu lagi ada luka di tangannya,” ujarnya.
Indra menyebut seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis. Mereka dirawat semalaman dan kini sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing karena mengalami luka ringan.
“Semua dirawat semalam, tadi baru pulang. Dokter menyatakan luka ringan,” katanya.
Terkait informasi adanya korban yang sempat pingsan, Indra membantah korban tersebut tertabrak mobil damkar. Menurutnya, warga tersebut mengalami syok dan terjatuh.
“Yang dibilang pingsan itu hanya syok dan dia tidak ketabrak. Kakek itu terjatuh,” jelasnya.
Indra menegaskan jumlah warga yang mengalami luka dalam insiden tersebut sebanyak tiga orang. Ia juga memastikan mobil damkar tidak melaju dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan sedang ramai warga.
“Posisinya bukan ngebut. Korbannya cuma tiga. Kami jalannya pelan, dan tidak mungkin dalam kerumunan warga seperti itu kami ngebut,” tegasnya.
Pihak Yon TP 842, lanjut Indra, telah berupaya memberikan pertolongan kepada para korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis hingga kembali ke rumah masing-masing.
“Kami selama ini berusaha persuasif menolong warga hingga memulangkan kembali ke rumah masing-masing korban yang luka ringan tersebut dari klinik,” ujarnya.
Indra juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas insiden tersebut. Ia menegaskan peristiwa itu tidak disengaja.
“Kami mohon maaf bila dalam kejadian insiden itu membuat syok warga. Intinya kami persuasif dan tidak ada unsur kesengajaan, apalagi ngebut dalam situasi kerumunan warga di acara Maulid Nabi di Desa Cibadak, Kecamatan Cimanggu. Itu tidak mungkin,” pungkasnya. (Red/Riyan)




