Kobarnews.id, SERANG – Minimnya rambu lalu lintas dan fasilitas penunjang keselamatan jalan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang dikeluhkan warga. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang mengakui adanya keluhan tersebut, namun belum memberikan penjelasan lebih jauh terkait langkah penanganannya.
Pantauan Kobarnews.id pada Kamis (17/9/2026) siang, sejumlah rambu lalu lintas dan marka penunjuk arah terlihat masih minim di kawasan Puspemkab Serang. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat pengendara maupun warga yang datang untuk mengurus administrasi kesulitan menemukan lokasi tujuan.
Selain persoalan rambu, sejumlah titik di kawasan tersebut juga dikeluhkan karena minim penerangan pada malam hari.
Seorang warga Kecamatan Ciruas, Ahmad (38), mengatakan kondisi tersebut telah menjadi keluhan warga.
“Sangat ironis, ini kawasan pusat pemerintahan, tapi rambu penunjuk jalan atau peringatan sangat minim. Kalau malam juga di beberapa sudut gelap. Kami sudah sering mengeluhkan ini, baik lewat media sosial maupun obrolan warga, tapi sampai sekarang belum mendapatkan tanggapan,” kata Ahmad saat ditemui di sekitar Puspemkab Serang, Kamis (17/9/2026).
Sekretaris Dishub Kabupaten Serang Damar Wighutomo, S.SiT., M.Si mengakui pihaknya menerima keluhan masyarakat terkait minimnya rambu di kawasan Puspemkab Serang. Dia juga menyebut persoalan penerangan jalan umum (PJU) masih menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian.
“Kami pada dasarnya mengakui dan menampung apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait kondisi di Puspemkab. Namun, untuk penjelasan lebih jauh dan teknisnya, saya belum bisa berkomentar banyak karena harus berkomunikasi dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dinas serta kepala bidang terkait yang menangani permasalahan tersebut,” ujar Damar.
Dia belum menjelaskan secara rinci mengenai rencana penambahan rambu maupun realisasi anggaran untuk fasilitas keselamatan jalan di kawasan Puspemkab Serang.
Persoalan fasilitas perhubungan tersebut menambah sejumlah pekerjaan rumah di Kabupaten Serang. Sebelumnya, terdapat persoalan kekurangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kabupaten dan desa.
Data yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya menyebut terdapat kekurangan sekitar 17 ribu titik PJU. Selain itu, persoalan kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) juga masih menjadi perhatian, terutama di sejumlah jalur yang dilintasi kendaraan angkutan barang.
Warga berharap persoalan fasilitas keselamatan jalan, khususnya rambu dan penerangan, segera mendapat penanganan agar aktivitas masyarakat di kawasan Puspemkab Serang dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. (Haris/Oyo)



