Kobarnews.id, PANDEGLANG – Subdenpom III/4-3 Pandeglang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara atau safety riding. Kegiatan ini menggandeng Satlantas Polres Pandeglang dan Jasa Raharja.
Sosialisasi digelar di Subdenpom III/4-3 Pandeglang, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Gaktib Waspada Wira Kujang Tahun 2026.

Dansubdenpom Pandeglang Kapten Cpm Eman, S.IP., mengatakan kegiatan ini merupakan pertama kalinya digelar sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di lingkungan TNI.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan sosialisasi keselamatan berkendara atau safety riding di wilayah hukum Subdenpom III/4-3 Pandeglang. Ini merupakan kegiatan pertama yang kami laksanakan,” kata Eman kepada wartawan, Jum’at (11/9/2026) usai sosialisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan karena masih ditemukan pelanggaran lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan. Subdenpom kemudian berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pandeglang dan Jasa Raharja untuk memberikan edukasi kepada peserta.
“Kami mencoba berkoordinasi dengan Satlantas dan Jasa Raharja. Kami ingin memberikan pemahaman, termasuk apa yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan dan bagaimana prosedur asuransinya,” ujarnya.
Peserta sosialisasi berasal dari unsur TNI, di antaranya personel Batalyon Infanteri (Yonif) 320, Kodim, serta Yonif TP 842 Badak Sakti Rancacet.
Eman berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas sehingga pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan, baik di lingkungan TNI maupun masyarakat umum.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Pandeglang Ipda Sulaeman mengatakan pihaknya memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas sebagai upaya menekan angka kecelakaan.
“Hari ini kami memberikan sosialisasi di Subdenpom Pandeglang terkait program edukasi untuk menekan angka kecelakaan di lingkungan TNI AD. Kami dari Satlantas Polres Pandeglang diminta menjadi narasumber,” kata Sulaeman.
Dia mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi sosialisasi safety riding pertama yang digelar Subdenpom Pandeglang.
“Kami dukung dan apresiasi kegiatan ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Sulaeman juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menurutnya, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
“Kami dari Satlantas tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan dalam berkendara. Jalan raya adalah hak kita semua, sehingga kita harus menjaga keselamatan diri sendiri maupun keluarga,” tuturnya.
Perwakilan Jasa Raharja Samsat Pandeglang, Eno, turut mengapresiasi sosialisasi tersebut. Dia mengatakan kecelakaan lalu lintas dapat dialami siapa saja, termasuk anggota TNI.
“Yang mengalami kecelakaan bukan hanya masyarakat, tetapi anggota TNI juga. Karena itu penting diketahui tata cara dan prosedur pelaporannya,” kata Eno.
Dia menjelaskan terdapat perbedaan jalur pelaporan kecelakaan antara anggota TNI dan masyarakat umum. Untuk anggota TNI, pelaporan dapat dilakukan melalui Polisi Militer atau Subdenpom, sedangkan masyarakat umum melalui kepolisian.
“Perbedaannya hanya pada pelaporan. Kalau untuk TNI yang berkendaraan dinas TNI bisa melalui pelaporan Polisi Militer atau Subdenpom untuk wilayah Pandeglang. Sedangkan untuk masyarakat melalui Polusi atau Polres Pandeglang,” jelasnya.

Menurut Eno, Jasa Raharja memberikan jaminan terhadap korban kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk korban meninggal dunia, santunan diberikan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris.
“Untuk korban luka-luka, kami memberikan jaminan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta kepada rumah sakit yang merawat,” ujarnya.
Dia menambahkan, terdapat sejumlah persyaratan dalam proses pengajuan jaminan, di antaranya adanya laporan polisi dan kendaraan dinas TNI yang terlibat kecelakaan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Eno juga mengingatkan masyarakat Pandeglang agar lebih disiplin dalam berlalu lintas. Dia menyebut berdasarkan grafik yang dimiliki Jasa Raharja, angka kecelakaan pada 2026 menunjukkan peningkatan, terutama di wilayah Saketi, Labuan, dan Panimbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas agar terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya. (Red/Riyan)




