Kobarnews.id, PANDEGLANG – Teater Keliling Indonesia membawa seni pertunjukan lebih dekat dengan generasi muda. Kali ini, para seniman profesional berkolaborasi dengan pelajar SMKN 1 Pandeglang melalui Theater Workshop & Collaboration Performance.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna SMKN 1 Pandeglang, Rabu (2/9/2026). Puncaknya ditandai dengan pementasan Martha Christina Tiahahu.
Kolaborator kegiatan, Tirta Nugraha Pratama, mengatakan Teater Keliling Indonesia tidak sekadar membawa pertunjukan ke sekolah. Kegiatan itu menjadi ruang pertemuan antara seniman profesional dengan generasi muda yang selama ini lebih banyak berinteraksi melalui dunia virtual.
Menurut Tirta, kisah sejarah dan nilai tradisi tetap bisa diterima generasi Z dan milenial jika dikemas menggunakan pendekatan panggung yang modern dan komunikatif.
“Teater Keliling berhasil membaca penontonnya. Sejarah tidak disajikan sebagai sesuatu yang kaku dan berjarak, tetapi diterjemahkan menjadi pertunjukan yang komunikatif, visual, dan memiliki energi anak muda. Inilah bentuk teater kekinian yang tetap berpijak pada tradisi,” ujar Tirta kepada wartawan di sela acara tersebut.
Keterlibatan SMKN 1 Pandeglang juga tidak sebatas menjadi lokasi pertunjukan. Para siswa ikut dilibatkan dalam proses kreatif.
Hal itu terlihat melalui pementasan monolog Lesung Retak yang menjadi pembuka kegiatan dan disutradarai Tirta.
“Kami tidak ingin sekolah hanya menjadi tempat penyelenggaraan. Peserta didik harus mendapatkan pengalaman, ruang berekspresi, dan kesempatan untuk berhadapan langsung dengan proses kerja seniman profesional,” katanya.
Maestro Rudolf Puspa Turut Tampil
Kegiatan tersebut juga dihadiri maestro teater Indonesia, Rudolf Puspa, penerima penghargaan Abdi Abadi FTI. Rudolf datang bersama istrinya, Dery Dyrna.
Rudolf tidak hanya hadir sebagai tamu. Ia turut membawakan pertunjukan monolog di hadapan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan warga SMKN 1 Pandeglang.
Tirta menilai kehadiran Rudolf menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar. Mereka dapat menyaksikan langsung kiprah seorang maestro yang telah puluhan tahun menekuni dunia teater.
“Kehadiran Pak Rudolf Puspa bersama Ibu Dery Dyrna merupakan kehormatan bagi kami. Peserta didik tidak hanya mengenal seorang maestro melalui cerita, tetapi dapat menyaksikan langsung bagaimana pengalaman panjang, ketekunan, dan kecintaan terhadap teater diwujudkan di atas panggung,” ungkap Tirta.
Kerja sama antara sekolah dan Teater Keliling Indonesia juga diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
MoU tersebut ditandatangani Kepala SMKN 1 Pandeglang Muhamad Juwayni, M.Pd., bersama Produser Teater Keliling Indonesia Dolfrry Inda Suri.
Tirta berharap kerja sama itu tidak berhenti pada seremoni. Menurut dia, perlu ada program berkelanjutan yang melibatkan para siswa dan seniman.
Program tersebut antara lain pelatihan pemeranan, penyutradaraan, penulisan naskah, manajemen produksi, tata artistik hingga penciptaan pertunjukan bersama.
“Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa ruang pendidikan dan ruang kesenian dapat saling menguatkan. Ketika seniman, sekolah, guru, dan peserta didik bertemu dalam satu proses, teater tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang dialog, dan ruang tumbuh bersama,” pungkas Tirta.
Pementasan Martha Christina Tiahahu menjadi penutup sekaligus puncak kegiatan. Pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa cerita sejarah dan tradisi masih dapat dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan selera anak muda. (Red/Riyan)




