kobarnews.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahNewsViral

World Cleanup Day 2026 di Pandeglang: Ribuan Orang Bersihkan Sampah, Pemkab Jangan Cuma Seremonial!

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
14 Oktober 2026
Bagikan
5 menit baca
Warga gotong-royong bersihkan sampah dalam acara World Cleanup Day 2026 di Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Ribuan orang turun tangan membersihkan sampah dalam aksi gotong royong World Cleanup Day 2026 di Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sampah yang menggunung di pinggir jalan menjadi sasaran pembersihan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas lingkungan, hingga masyarakat.

Namun, ada pekerjaan rumah yang tak boleh luput dari perhatian. Aksi bersih-bersih boleh ramai, tetapi bagaimana nasib lokasi tersebut setelah kegiatan selesai? Jangan sampai sampah yang hari ini diangkut, besok kembali menumpuk.

Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang jalan utama dan sekitar Jembatan Salaka Nagara itu menjadi momentum untuk mengampanyekan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Tetapi, persoalan sampah liar tak cukup dibereskan dengan aksi massal sesaat. Pengangkutan, fasilitas pembuangan, hingga pengawasan harus berjalan beriringan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan, World Cleanup Day 2026 di Indonesia berlangsung mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Pelaksanaan di daerah dapat disesuaikan dengan rentang waktu tersebut.

- Advertisement -
Ad image

“Kegiatan World Cleanup Day merupakan gerakan global tahunan yang di Indonesia dilaksanakan pada rentang waktu 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026,” kata Rahmat kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:

Kejurnas Catur 2026 Digelar di Banten, Diikuti 963 Peserta dari 32 Provinsi
2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla
Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan
Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar

Rahmat menjelaskan, tahun ini merupakan pelaksanaan kedua World Cleanup Day di Kabupaten Pandeglang. DLH berencana memperluas gerakan tersebut agar melibatkan seluruh kecamatan.

“Kegiatan tahun 2026 merupakan kali kedua di Pandeglang dan ke depan akan kita laksanakan lebih masif di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Rencana memperluas gerakan kebersihan itu tentu patut diapresiasi. Namun, pekerjaan rumah pemerintah daerah bukan sekadar mengerahkan lebih banyak orang untuk memungut sampah. Yang lebih penting, bagaimana mencegah masyarakat kembali membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang
3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan

Sebab, keberhasilan aksi kebersihan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta atau banyaknya sampah yang diangkut. Ukuran yang lebih nyata adalah apakah lingkungan tetap bersih setelah kegiatan berakhir.

- Advertisement -
Ad image

DLH mengaku telah meminta jajaran kecamatan menggerakkan kegiatan kebersihan secara mandiri. Upaya tersebut disinergikan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri), termasuk melalui pembiasaan kegiatan Selasa Bersih.

Pelajar juga didorong menjadi pelopor kebersihan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Tetapi, jangan sampai persoalan sampah hanya dibebankan pada kesadaran warga. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas pembuangan tersedia, layanan pengangkutan memadai, dan pengawasan berjalan di titik-titik rawan pembuangan liar.

- Advertisement -
Ad image

Tanpa dukungan fasilitas dan layanan yang jelas, imbauan menjaga kebersihan berisiko hanya menjadi slogan. Masyarakat perlu mengetahui lokasi pembuangan resmi sekaligus mendapatkan akses layanan yang mudah dan terjangkau.

Rahmat mengatakan, warga yang ingin memperoleh layanan pengangkutan sampah secara rutin dapat mendaftarkan diri sebagai wajib retribusi sampah daerah. Petugas akan mengangkut sampah yang terdaftar secara berkala, satu hingga dua kali dalam sepekan.

Baca Juga:

USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital
Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah
DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan mendaftar menjadi wajib retribusi agar sampah dijemput berkala satu hingga dua kali sepekan,” katanya.

Terkait sampah yang dibuang sembarangan di pinggir jalan raya, Rahmat meminta masyarakat berkoordinasi dengan DLH untuk mengetahui lokasi pembuangan sampah resmi yang tersedia.

Namun, informasi lokasi pembuangan saja belum cukup. Pemkab Pandeglang juga perlu memastikan fasilitas tersebut mudah dijangkau dan layanan pengangkutan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sorotan lebih keras datang dari warga. Emin menilai, aksi bersih-bersih berisiko hanya menjadi kegiatan seremonial apabila tidak diikuti kebijakan nyata dan berkelanjutan.

“Kalau sekadar aksi bersih bersama, saya anggap cuma seremonial. Pemerintah harus ada tindakan yang betul-betul mengikat dan diberikan fasilitas tempat pembuangan sampah,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi Pemkab Pandeglang, khususnya DLH. World Cleanup Day semestinya bukan sekadar agenda tahunan yang ramai saat pelaksanaan, lalu terlupakan setelah sampah diangkut.

Jangan sampai gotong royong hanya membersihkan akibat, sementara akar persoalannya dibiarkan. Pemerintah perlu membuktikan bahwa gerakan kebersihan dibarengi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, fasilitas yang memadai, serta pengawasan yang konsisten.

Sebab, lingkungan bersih bukan hasil kerja sehari, melainkan buah dari kebijakan yang berjalan setiap hari. (Red/Riyan)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya 20 Finalis Kang Nong Kabupaten Serang 2026 Jalani Karantina, Grand Final Digelar 16 Oktober
Selanjutnya KNPI Gelar Konsolidasi Pemuda pada Sumpah Pemuda 2026, 10 Tokoh Bakal Terima Award
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri

Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa

Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi

Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Nasional

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

Budaya Daerah

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Budaya Daerah

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Daerah News

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Daerah News

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com