Kobarnews.id, LEBAK – Sebanyak dokter muda dari lingkungan Angkatan Darat Prancis yang mengikuti program bersama Universitas Lyon telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran Disaster and Emergency Response selama 40 hari di Banten. Mereka kini kembali ke Paris dengan membawa pengalaman dari lapangan, termasuk dari kawasan Baduy dan Ujung Kulon.
Selama berada di Banten, para dokter muda tersebut tidak hanya mengikuti pembelajaran akademis. Mereka juga terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari berbagai aspek penanggulangan bencana dan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Momen kepulangan rombongan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi M. Arif Kirdiat dari Relawan Kampung. Ia berkesempatan mendampingi para dokter muda Prancis selama mengikuti sejumlah kegiatan di lapangan.
“Time flies so fast. Di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan. Setelah 40 hari belajar Disaster and Emergency Response di Baduy dan Ujung Kulon serta berbagi pengalaman dalam Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi siswa SMAN 1 Serang,” kata Arif kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Arif, pendampingan terhadap para dokter muda tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia dapat melihat secara langsung proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman terkait kebencanaan serta kegawatdaruratan.
Pendampingan dilakukan atas asistensi dan arahan dr. Atep, Sp.EM, selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat IDI Banten sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Selain mengikuti program Disaster and Emergency Response, para peserta juga terlibat dalam Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi siswa SMAN 1 Serang.
Kegiatan tersebut mempertemukan pendidikan kedokteran, penanganan kegawatdaruratan, dan pengalaman lapangan bersama masyarakat dalam sebuah program lintas negara.
Arif menilai kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun jejaring internasional bagi perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang terjalin antara Unjani dan Universitas Lyon dapat membuka peluang interaksi akademik yang lebih luas.
“Ini merupakan program kerja sama Unjani dan Lyon University. Salut dengan Unjani yang bisa membuka jejaring kampus internasional,” ujarnya.
Bagi Arif, 40 hari kebersamaan tersebut bukan hanya memberikan tambahan pengalaman di bidang kebencanaan dan kegawatdaruratan. Pertemuan itu juga membuka ruang pertemanan dengan akademisi dan dokter muda dari Prancis.
“Bagi saya pribadi, ini merupakan pintu jejaring internasional dan membuka akses pertemanan yang lebih luas. Semoga berkah,” tuturnya.
Kepulangan rombongan dokter muda Prancis ke Paris menandai berakhirnya rangkaian kegiatan mereka di Banten.
Meski demikian, pengalaman selama belajar di Baduy dan Ujung Kulon serta berbagi pengetahuan melalui kegiatan BHD di SMAN 1 Serang diharapkan menjadi bagian dari hubungan akademik dan kemanusiaan yang terus berkembang di masa mendatang. (Red/Dian)




