Kobarnews.id, SERANG – Sebanyak 20 finalis Kang Nong Kabupaten Serang 2026 mulai menjalani masa karantina di The Jayakarta Villas Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Karantina berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (12/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026).
Sebelum memasuki hotel karantina, Senin malam, para finalis yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa dari 29 kecamatan itu terlebih dahulu mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Kecamatan Anyer dan Cinangka.
Destinasi yang dikunjungi meliputi Anyer Wonderland, Menara Mercusuar Anyer-Panarukan, Wisata Alam Sumur Kenclong di Desa Wisata Tambang Ayam, hingga The Nice Garden Cinangka.
Adiatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran pada Disporapar Kabupaten Serang, Muhammad Jumadi, mengatakan kegiatan visitasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para finalis mengenai potensi pariwisata daerah.
“Ini adalah merupakan bagiannya saja, mungkin setelah Grand Final Kang Nong akan mengeksplor seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Serang,” kata pria yang akrab disapa Kang Adi itu di The Jayakarta Villas Anyer, Selasa (13/10/2026).
Dia mengingatkan para finalis untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama karantina. Para peserta juga diminta mempersiapkan mental menjelang malam puncak pemilihan.
Setelah masa karantina berakhir, para finalis akan mengikuti Grand Final Kang Nong Kabupaten Serang 2026 pada Jumat (16/10/2026) malam di Mambruk Hotel and Convention.
120 Peserta Ikuti Seleksi Kang Nong Kabupaten Serang
Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Serang 2026 diikuti 120 peserta sejak resmi dimulai pada Sabtu (26/9/2026). Setelah melalui tahapan seleksi, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 finalis yang melaju ke babak utama.
Masyarakat yang ingin menyaksikan malam penobatan Kang Nong Kabupaten Serang 2026 dapat menghadiri acara tersebut secara gratis. Namun, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi di meja panitia yang berada di lobi utama hotel sebelum memasuki ruang acara.
Pintu masuk ballroom dijadwalkan dibuka pukul 18.30 WIB. Pengunjung diimbau datang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur wisata Anyer sekaligus mendapatkan tempat duduk.
Panitia juga mengimbau pengunjung mengenakan pakaian formal yang rapi dan sopan, seperti batik lengan panjang atau busana formal kasual.
Para pendukung diperbolehkan membawa atribut visual, seperti papan nama berbahan kertas atau lampu portabel berukuran kecil. Namun, mereka dilarang membawa alat musik yang menimbulkan kebisingan, seperti terompet angin dan drum kecil, agar proses penilaian dewan juri tetap berjalan lancar. (Red/Oyo)





