Kobarnews.id, TANGERANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten membawa sejumlah produk unggulan industri kecil dan menengah (IKM) ke ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Pangan Nusa Expo 2026. Keikutsertaan ini diharapkan membuka peluang pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Pameran bertema The Ultimate Hub for Global Sourcing itu berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. TEI 2026 menargetkan nilai transaksi mencapai US$ 17,5 miliar.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, penyelenggaraan pameran internasional tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas jaringan perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Dimyati seusai menghadiri pembukaan TEI ke-41 Tahun 2026, Rabu (14/10/2026). Dia juga meninjau sejumlah stan produk unggulan IKM Banten bersama Kepala Disperindag Banten Iwan Hermawan.
“Kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan di Provinsi Banten. Sebagai tuan rumah, kita harus mengambil peran penting dalam memanfaatkan momentum ini,” kata Dimyati.

Menurut dia, TEI menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga hingga mancanegara.
Pemprov Banten, lanjut Dimyati, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui program pembinaan dan pendampingan. Upaya itu dilakukan agar produk lokal semakin siap bersaing di pasar internasional.
“Upaya tersebut kami lakukan secara terintegrasi,” ujarnya.
Dimyati menilai TEI 2026 memiliki potensi besar untuk meningkatkan transaksi perdagangan karena diikuti pembeli dan penjual dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
“Artinya, kegiatan ini sangat strategis dan efek penggandanya (multiplier effect) sangat besar, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat Banten,” tuturnya.
TEI 2026 menampilkan beragam produk unggulan Indonesia, mulai dari makanan dan minuman, produk pertanian, manufaktur, fesyen, furnitur, hingga dekorasi rumah. Pameran tersebut juga membuka peluang investasi di kawasan industri bagi calon investor.
Tinjau Pangan Nusa Expo 2026
Selain menghadiri pembukaan TEI 2026, Dimyati meninjau Pangan Nusa Expo 2026 bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri. Mereka melihat stan yang menampilkan beragam produk pangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dimyati mengatakan ketahanan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas bangsa. Karena itu, keberlanjutan produksi dan ketersediaan pasokan pangan perlu dijaga melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Ini adalah persoalan utama. Oleh sebab itu, jejaring (networking) dalam menjaga keberlangsungan pangan ini harus terus dirawat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Banten Iwan Hermawan mengatakan produk IKM yang dipamerkan berasal dari sejumlah daerah di Banten, termasuk Kota Tangerang dan Kota Cilegon.
Produk yang ditampilkan mencakup berbagai sektor, mulai dari fesyen dan makanan khas daerah hingga kerajinan tangan yang berpotensi menembus pasar ekspor.
“Partisipasi Banten dalam Pangan Nusa 2026 dan TEI merupakan wujud nyata komitmen kami untuk mendongkrak daya saing IKM lokal,” ujar Iwan.
Dia berharap keikutsertaan tersebut dapat memperluas promosi produk lokal sekaligus mempertemukan pelaku IKM dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.
“Kami ingin memberikan ruang promosi skala nasional dan internasional agar produk lokal Banten semakin dikenal luas oleh para pembeli (buyer) dari mancanegara,” imbuhnya.

Iwan menambahkan, para pelaku IKM peserta pameran merupakan binaan Disperindag Banten. Sebelum mengikuti pameran, mereka mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperbaiki desain kemasan, mengembangkan pemasaran digital, hingga mengikuti coaching clinic ekspor.
Pendampingan tersebut bertujuan membantu pelaku IKM mempersiapkan produk agar sesuai dengan standar dan kebutuhan pasar global.
Melalui partisipasi dalam TEI 2026 dan Pangan Nusa Expo 2026, Pemprov Banten berharap produk unggulan daerah semakin dikenal di pasar internasional dan mampu meningkatkan daya saing IKM. Pemprov Banten juga berharap pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan peluang transaksi dalam TEI 2026 yang menargetkan nilai hingga US$ 17,5 miliar. (Adv)





