kobarnews.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Opinion
  • Economic
  • Global Affairs
  • Climate Change
  • Research
  • Politics
  • Health
  • Featured
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasNasionalNewsViral

BGN Bongkar Dugaan Yayasan Titipan di Program MBG, Kejagung Turun Tangan

Redaksi
Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Follow:
2 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan praktik yayasan “titipan” yang terafiliasi dengan oknum internal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yayasan tersebut diduga lebih dulu mendapatkan persetujuan mengelola titik dapur, meski tidak memiliki modal, lalu menawarkan titik itu kepada investor dengan meminta setoran.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, dugaan penyimpangan tersebut kini sedang didalami bersama Kejaksaan Agung.

“Sebetulnya mitra itu adalah investor,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, sejak awal konsep MBG dirancang agar mitra membangun dapur menggunakan modal sendiri. Sebelum beroperasi, mitra diwajibkan membentuk yayasan yang kemudian diajukan ke BGN untuk mendapat persetujuan.

- Advertisement -
Ad image

“Seharusnya mitra yang bangun dapur itu punya modal. Mereka bikin yayasan dulu, kemudian disubmit ke BGN, di-approve, baru bisa membangun,” ujarnya.

Baca Juga:

Rotasi 102 Pejabat, Walkot Tangerang: Birokrasi Harus Makin Gesit Layani Masyarakat
Kejagung Geledah Rumah Tersangka TPPU, Sita Dokumen Penting
Karang Taruna Salurkan 96 Ton Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulomerak
Istri Bupati Pemalang Ikut Dibawa ke Gedung KPK Usai OTT

Namun, dalam pelaksanaannya, BGN menemukan indikasi adanya oknum internal pada periode sebelumnya yang lebih dulu menyiapkan yayasan tertentu agar memperoleh persetujuan mengelola titik dapur.

“Oknum di dalam BGN terdahulu itu menyiapkan yayasan-yayasan, kemudian di-approve karena ada orang dalam yang mengesahkan titik-titik tersebut,” ungkap Sudaryono.

Masalahnya, kata dia, yayasan yang telah mengantongi persetujuan itu tidak memiliki dana untuk membangun dapur. Sebaliknya, mereka menawarkan titik dapur kepada investor yang memiliki modal dengan syarat menyetor sejumlah uang.

Baca Juga:

Polresta Serang Kota Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar
Tambang Ilegal Gunung Pinang Tak Kapok, ESDM Banten Sudah 6 Kali Tertibkan
Lebak Darurat Kekeringan, 7.000 KK Krisis Air Bersih
RUNK5BITUNG 2026 Diikuti 1.579 Pelari, Ini Daftar Jalan yang Ditutup di Rangkasbitung

“Yayasan sudah di-approve, kemudian menjajakan titik ini kepada mitra. Nanti mitra diminta membangun, lalu ada potongan atau setoran yang harus diberikan kepada yayasan,” jelasnya.

Praktik itulah yang kini menjadi fokus penyelidikan Kejaksaan Agung. BGN menduga terdapat keterkaitan antara oknum internal dengan yayasan tertentu yang menerima aliran dana dari para mitra.

“Ini yang sekarang diperiksa Kejaksaan, apakah oknum-oknum di sini terafiliasi dengan yayasan tertentu yang menerima setoran,” katanya.

Sudaryono menilai, praktik tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan MBG. Sebab, mitra harus mengalokasikan sebagian anggaran untuk membayar setoran, sehingga biaya operasional dapur ikut tertekan.

- Advertisement -
Ad image

“Karena harus kasih setoran, yang terjadi adalah biaya di SPPG ditekan. Kualitas makanan bisa dikurangi karena harus menganggarkan potongan tadi,” ujarnya.

BGN kini menyiapkan skema baru untuk menutup celah penyimpangan tersebut. Menurut Sudaryono, pihak yang paling dirugikan dalam praktik itu adalah investor atau mitra yang telah mengeluarkan modal membangun dapur.

Baca Juga:

Trans Banten Koridor 3 Tembus 187.783 Penumpang, Mahasiswa hingga ASN Jadi Pengguna Terbanyak
Belajar Mengenali Cara Otak Bekerja Sebelum Mengambil Keputusan
Spanduk Tolak Kunjungan Jokowi Muncul di Lebak, PSI: Biarkan Saja, Biar Publik yang Menilai
Distan Lebak Siapkan 201 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau

“Yang paling berkorban itu mitra karena mereka berinvestasi. Sementara ada yayasan tertentu yang tidak keluar keringat, hanya bermodal kenal orang dalam lalu menikmati potongan. Ini yang ingin kami bereskan,” tegasnya. (Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Polresta Serang Kota Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar
Selanjutnya Istri Bupati Pemalang Ikut Dibawa ke Gedung KPK Usai OTT
TERKINI

Bupati Dewi Setiani Tutup Workshop GTK Pandeglang, Dorong Guru Terus Berinovasi

Gebyar Bakti Wanita Nusantara Ramai, Perempuan dan UMKM Cilegon Makin Berdaya

Laptop Terbaru 2026 Hadir dengan Fitur AI, Performa Makin Kencang dan Baterai Lebih Awet

Kobarnews.id Resmi Mengudara Lahir di Bulan Kemerdekaan, R Haris Yadi: Semangat Membangun Lewat Informasi

Bupati Tangerang Resmikan Graha Hijau KAHMI-HMI, Minta Jadi Rumah Serap Aspirasi Warga

Najib Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Pendidikan Berkualitas

Kapolres Lebak Langsung Tancap Gas, Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Serentak Sepanjang Agustus 2026

Bupati Lebak Hadiri Puncak HUT ke-10 Bank Banten, Soroti Pentingnya Sinergi Pembangunan

- Advertisement -
Ad image
Related News
Daerah Nasional

Ferdi Saefullah: Krisis Air Bukan Lagi Soal Kemarau, Tapi Lemahnya Tata Kelola

Daerah News

TPA Dengung Lebak Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Ilalang

News Pendidikan

Hadiri Promosi Doktor Ratna Dewi, Wagub Banten: Ilmuwan Harus Terus Berinovasi

Viral

Intelligence Leak Exposes Spy Network Operating in Norvalen

Viral

Widespread Protests Erupt After Martial Law Declared in Kadria

  • Quick Links:
  • Daerah
  • Hukum
  • News
  • Nasional
  • Opinion
  • Politik
  • Viral
  • Internasional
  • Olahraga
  • Economic
  • Inspirasi
  • Pemerintahan
  • Global Affairs
  • Research
  • Politics
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com