Kobarnews.id, LEBAK – Semangat melindungi anak dan membangun budaya literasi terus digaungkan dari pelosok Kabupaten Lebak, Banten. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Marimba Cipurun, Kampung Cipurun, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, menggelar peringatan Hari Anak Nasional dengan mengusung kampanye “Stop Bullying”.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (8/8/2026) itu tidak sekadar menjadi seremoni. Anak-anak diajak memahami pentingnya saling menghargai, menolong, dan menyayangi. Pesan tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Pengelola TBM Marimba Cipurun, Deni Apriatna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas literasi di desa untuk ikut membangun karakter anak.
“Melalui momentum Hari Anak Nasional, kami ingin menanamkan nilai-nilai saling menghargai dan mencegah perundungan sejak dini. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membentuk sikap dan karakter anak,” ujar Deni.
Ribuan Buku Dibagikan
Tak hanya mengkampanyekan anti-perundungan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan untuk mendukung gerakan literasi dan pendidikan anak.
Sebanyak 2.000 buku bacaan anak dan 50 Iqro disalurkan untuk TBM Marimba Cipurun. Selain itu, sebanyak 160 Al-Qur’an diberikan untuk pondok pesantren, rumah ibadah, dan majelis taklim.
Dukungan juga diberikan langsung kepada anak-anak peserta kegiatan. Sebanyak 70 anak mendapatkan alat tulis dan cokelat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan belajar serta berbagai aktivitas literasi anak. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan Hari Anak Nasional, tetapi berlanjut sebagai pembinaan di lingkungan TBM.
Penggiat literasi Yuli Yuliawati turut hadir sebagai narasumber. Ia memberikan motivasi kepada anak-anak dan masyarakat mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca, pendidikan karakter, serta peran keluarga dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dari Desa Untuk Negeri
TBM Marimba Cipurun mengusung tema “Literasi dari Desa untuk Negeri”. Tema tersebut menjadi pesan bahwa gerakan mencerdaskan anak bangsa tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga tumbuh dari desa.
Melalui kegiatan tersebut, TBM Marimba Cipurun berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Lebak yang berpengetahuan dan memiliki karakter kuat.
Di sisi lain, kampanye Stop Bullying menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak kalah penting dari pemenuhan kebutuhan pendidikan.
Sebab, anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut akibat perundungan.
Gerakan literasi dan perlindungan anak dari desa pun diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik. (Red/Dian)




