kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiNewsViral

Kontrak Farming 1.500 Hektare Perseroda Lebak Niaga Dinilai Jadi Peluang Besar bagi Petani Lebak

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
12 Agustus 2026
Bagikan
4 menit baca
Wasekjen III KTNA Nasional, Suherman
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Rencana Perseroda Lebak Niaga mengembangkan kemitraan pertanian melalui skema contract farming seluas sekitar 1.500 hektare dinilai menjadi peluang besar bagi petani di Kabupaten Lebak.

Skema tersebut mendapat dukungan dari kalangan petani muda karena dinilai dapat menjawab sejumlah persoalan utama di sektor pertanian, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga kepastian pasar hasil panen.

Direktur Utama Perseroda Lebak Niaga, Ilham Akbar, mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan kelompok tani yang memiliki potensi lahan sekitar 1.500 hektare.

Dalam skema tersebut, Perseroda akan memberikan dukungan berupa penyediaan bibit, pupuk, serta pendampingan teknis sejak awal masa budidaya.

- Advertisement -
Ad image

“Perseroda Lebak Niaga ke depan sedang berupaya menjajaki kerja sama kemitraan atau contract farming dengan petani. Kami akan membina petani dari hulu langsung, termasuk mendukung kebutuhan bibit dan pupuk,” ujar Ilham kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Menurutnya, pendampingan dari sektor hulu menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian. Petani diharapkan dapat menerapkan pola budidaya yang lebih terarah dan efisien.

Sementara itu, Wasekjen III KTNA Nasional, Suherman, menyambut baik rencana tersebut. Petani muda asal Kecamatan Sajira itu menilai konsep contract farming menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani.

“Kalau kita melihat persoalan pertanian di tingkat petani, sebenarnya ada tiga hal mendasar yang harus dipastikan, yaitu kebutuhan petani terpenuhi, petani didampingi selama proses budidaya, dan hasil panen memiliki kepastian pasar,” kata Suherman.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Ia mengatakan petani membutuhkan kemudahan dalam memperoleh benih unggul, pupuk, obat-obatan, hingga dukungan permodalan. Bantuan sarana produksi, lanjutnya, juga harus dibarengi pendampingan teknis.

- Advertisement -
Ad image

Pendampingan tersebut mencakup seluruh proses budidaya, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen.

Menurut Suherman, kepastian pasar menjadi salah satu faktor paling penting dalam skema kemitraan tersebut. Petani akan lebih terdorong meningkatkan produksi jika sejak awal mengetahui hasil panennya akan terserap dengan harga yang wajar.

“Jangan sampai petani sudah dibantu dari sisi produksi, tetapi ketika panen justru kebingungan mencari pasar dan harga jatuh,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad image

Suherman menilai contract farming sebaiknya tidak sekadar menjadi hubungan bisnis antara perusahaan dan petani. Skema tersebut perlu dibangun sebagai ekosistem kemitraan pertanian dari hulu hingga hilir yang adil, transparan, dan saling menguntungkan.

Dengan begitu, petani memiliki posisi yang jelas sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kerja sama tersebut.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Potensi lahan sekitar 1.500 hektare, kata Suherman, merupakan modal besar untuk mengembangkan pertanian berbasis kemitraan di Kabupaten Lebak.

Ia berharap Perseroda Lebak Niaga dapat berperan sebagai off-taker sekaligus mitra usaha petani, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, pembelian hasil panen, hingga pengembangan pasar.

“Ukuran keberhasilan program ini bukan hanya berapa hektare yang berhasil dikerjasamakan, tetapi berapa banyak petani yang produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah, dan kehidupannya menjadi lebih sejahtera. Kalau petani sejahtera, pertanian kuat. Kalau pertanian kuat, ketahanan pangan dan ekonomi daerah juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

Perseroda Lebak Niaga berharap implementasi contract farming dapat berjalan berkelanjutan melalui koordinasi dengan kelompok tani dan berbagai pihak terkait.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pertanian sekaligus mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Lebak. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kemenag Lebak Sosialisasikan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan Guru
Selanjutnya Jalan Bersejarah Ciparay–Warungbanten Terlupakan, Warga Citorek Minta Pemerintah Bertindak
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com