Kobarnews.id, BOGOR – Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) mulai menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendongkrak daya saing Indonesia.
Penjajakan kolaborasi itu dilakukan melalui pertemuan jajaran pengurus IKADIM dengan Rektor Unhan RI, Letjen (Purn) Dr. Anton Nugroho, di Kampus Unhan RI, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2026).
Rombongan IKADIM dipimpin langsung Ketua Umum IKADIM, Dr. Jazuli Juwaini. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kepemimpinan.
Rektor Unhan RI, Letjen (Purn) Dr. Anton Nugroho, menyambut positif penjajakan tersebut. Dia menyebut pertemuan itu sebagai langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Ini satu upaya untuk menjalin komunikasi sehingga terjalin kolaborasi antara Unhan dan IKADIM dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Anton.
Anton mengatakan, Unhan RI saat ini terus mendorong peningkatan kualitas institusi menuju world class university, salah satunya melalui penyusunan world class curriculum.
Menurut dia, kerja sama dengan organisasi profesi dan institusi yang memiliki sumber daya serta kompetensi unggul menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan mencetak SDM berkualitas.
Di sisi lain, Ketua Umum IKADIM Dr. Jazuli Juwaini memaparkan potensi besar yang dimiliki organisasinya. IKADIM merupakan organisasi profesi doktor ilmu manajemen yang berdiri sejak 2019 dan kini memiliki lebih dari 3.000 anggota, yang terdiri dari doktor dan guru besar.
Para anggota IKADIM berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, profesional, hingga pelaku usaha.
“Resource ini bisa digunakan dan diberdayakan sesuai kompetensi,” kata Jazuli.
Dia menilai tantangan pembangunan nasional ke depan membutuhkan kemampuan untuk menghimpun dan mengolaborasikan SDM unggul dari berbagai sektor.
Karena itu, ribuan doktor dan guru besar yang tergabung dalam IKADIM dinilai menjadi modal besar untuk mendukung berbagai program pembangunan apabila dikelola secara kolaboratif.
“IKADIM terpanggil untuk berkontribusi. Tiga ribu lebih doktor dan guru besar bukan jumlah yang kecil kalau bekerja secara kolaboratif,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, IKADIM dan Unhan RI turut membahas sejumlah rencana kerja sama konkret. Di antaranya riset bersama mengenai pengembangan generasi Z dan kepemimpinan.
Selain itu, kedua pihak membuka peluang penyelenggaraan short course dengan melibatkan anggota IKADIM sebagai narasumber maupun peserta. Program peningkatan kompetensi dosen, termasuk pengembangan karier jabatan fungsional hingga jenjang guru besar, juga menjadi salah satu agenda yang dibahas.
IKADIM juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan standar kompetensi level 8–9 di bidang kepemimpinan inovatif. Standar tersebut saat ini masih menunggu proses pengesahan di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana. Sinergi IKADIM dan Unhan RI diharapkan dapat melahirkan program bersama yang konkret untuk memperkuat pendidikan, penelitian, kepemimpinan, dan pengembangan SDM nasional.
Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan mampu mencetak SDM yang adaptif menghadapi perubahan dan ikut memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. (Red/Dian)




