kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiNewsViral

Dari Cirinten ke Eropa: Jejak Acep Saepudin, Advokat Lebak yang Tak Lelah Membela Keadilan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
15 Agustus 2026
Bagikan
4 menit baca
Bagikan

Oleh: Dian Wahyudi
Wartawan Kobarnews.id

LEBAK – Dari pelosok Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Acep Saepudin menapaki perjalanan panjang hingga menjadi advokat dan konsultan hukum yang berkiprah di tingkat nasional. Perjalanan itu membawanya dari ruang kelas di Rangkasbitung hingga ruang sidang Mahkamah Agung Republik Indonesia, bahkan ke sejumlah kota di Eropa.

Acep lahir di Lebak pada 31 Desember 1987. Ia menempuh pendidikan di SMAN 1 Rangkasbitung, kemudian melanjutkan studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendidikan hukumnya berlanjut hingga meraih Magister Hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ia juga menempuh pendidikan Magister Manajemen serta berbagai sertifikasi profesional di bidang hukum, pengadaan, perpajakan, audit legal, manajemen, dan manajemen risiko.

Kini, Acep dikenal sebagai pimpinan Acep Saepudin & Partners (ASP Law Firm), firma hukum yang berdiri sejak 2015. Kantor hukum tersebut menangani berbagai perkara litigasi dan nonlitigasi, mulai dari konsultasi hukum korporasi, pengadaan, perpajakan, audit legal hingga bantuan hukum bagi masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Bagi Acep, profesi advokat bukan semata soal pekerjaan. Hukum, menurut dia, harus menjadi instrumen untuk menegakkan keadilan secara benar, adil, dan bermartabat.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Semangat tersebut salah satunya terlihat pada 2025. Saat itu, Acep menggelar lomba pembuatan video rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Lebak.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kreativitas. Acep menjadikannya sebagai sarana untuk memperlihatkan kondisi masyarakat, khususnya masih banyaknya rumah tidak layak huni di Lebak.

“Semua video itu akan kita sampaikan kepada pemerintah daerah bahwa di Kabupaten Lebak masih banyak rumah yang perlu dibantu,” ujar Acep saat itu.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kiprah Acep tidak hanya berlangsung di ruang persidangan. Ia juga berupaya membawa persoalan masyarakat ke ruang publik dan mendorong pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan sosial.

- Advertisement -
Ad image

Dalam perjalanan ASP Law Firm, ribuan perkara telah ditangani dengan melibatkan puluhan advokat. Firma tersebut juga mencatat sejumlah kemenangan perkara, antara lain di Pengadilan Tata Usaha Negara Serang hingga Mahkamah Agung RI.

Meski memiliki perjalanan profesional yang panjang, Acep tetap membawa identitasnya sebagai putra Lebak.

Pada Agustus 2026, perjalanan Acep memasuki cerita berbeda. Ia mengunjungi sejumlah kota dan destinasi dunia, di antaranya La Vallée Village dan Arc de Triomphe di Prancis, Lucerne di Swiss, Milan di Italia, hingga Dubai.

- Advertisement -
Ad image

Foto-foto perjalanan tersebut memperlihatkan Acep berdiri di sejumlah ikon dunia. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar perjalanan wisata. Namun jika ditarik ke belakang, perjalanan tersebut menggambarkan jarak panjang yang telah ditempuh seorang anak dari daerah pelosok Lebak.

Dari Cirinten menuju Paris. Dari Rangkasbitung menuju Lucerne. Dari ruang pendidikan di daerah hingga ruang-ruang hukum nasional.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Perjalanan Acep menjadi gambaran bahwa latar belakang daerah dan keterbatasan masa kecil tidak selalu menjadi batas seseorang untuk berkembang. Pendidikan, kerja keras, keberanian, dan konsistensi dapat membuka jalan menuju ruang yang lebih luas.

Di tengah pencapaian tersebut, akar Acep tetap berada di Kabupaten Lebak. Dunia yang telah ia datangi justru mempertegas satu hal: sejauh apa pun langkah seseorang, tanah kelahiran tetap menjadi bagian dari perjalanan.

Kisah Acep Saepudin pada akhirnya bukan hanya tentang perjalanan dari Cirinten ke Eropa. Lebih dari itu, kisah tersebut adalah tentang bagaimana seorang anak daerah membangun karier di bidang hukum, mendirikan firma, menangani berbagai perkara, serta tetap membawa kepedulian terhadap persoalan masyarakat di tanah kelahirannya.

Sebab, ukuran keberhasilan bukan semata seberapa jauh seseorang mampu melangkah, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat ia bawa pulang untuk daerah asalnya. (*)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Asep Nuh Nahkodai PPP Lebak, Bidik Kursi Pimpinan DPRD
Selanjutnya Camat Lebakgedong Kukuhkan Paskibra, Siap Sukseskan HUT Ke-81 RI
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com