Kobarnews.id, JAKARTA – Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kementerian Agama Republik Indonesia resmi dikukuhkan. Pengukuhan sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) digelar di Ballroom Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi guru di lingkungan Kementerian Agama. Konfederasi tersebut diharapkan menjadi wadah bersama untuk menyatukan aspirasi sekaligus memperkuat perjuangan guru lintas agama.
Tak hanya soal kesejahteraan, wadah ini juga diarahkan untuk memperjuangkan peningkatan profesionalitas, kompetensi, perlindungan profesi hingga kepastian masa depan para pendidik.
Sekitar 200 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan turut hadir, di antaranya Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., perwakilan Komisi X DPR RI, Staf Khusus Menteri Agama H. Gugun Gumelar, Ph.D., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., jajaran Kanwil Kemenag DKI Jakarta, serta pejabat eselon I dan II lintas agama dan bidang pendidikan.
Sekretaris Jenderal PB PGIN, Deni Subhani, M.Pd.I., menegaskan konfederasi tersebut diharapkan menjadi rumah besar perjuangan para guru.
“Konfederasi ini diharapkan mampu menjadi rumah perjuangan bagi guru madrasah, guru pendidikan agama, guru pondok pesantren, guru diniyah takmiliyah, serta para pendidik lintas agama lainnya yang berada dalam ekosistem pendidikan Kementerian Agama,” ujar Deni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (20/8/2026).
Menurut Deni, penyatuan organisasi profesi guru dalam satu konfederasi merupakan langkah penting. Sebab, selama ini perjuangan para pendidik berpotensi berjalan sendiri-sendiri.
Melalui konfederasi, aspirasi guru diharapkan dapat disampaikan dan diperjuangkan secara lebih terorganisasi. Mulai dari persoalan kesejahteraan, peningkatan kompetensi dan profesionalitas, perlindungan profesi, hingga kepastian masa depan guru.
“Dengan adanya konfederasi ini, kita ingin membangun kekuatan bersama. Guru tidak lagi memperjuangkan kepentingannya secara sendiri-sendiri, tetapi memiliki rumah besar untuk menyatukan aspirasi dan perjuangan,” kata Deni, putra Lebak tersebut.
Jadi Tonggak Sejarah
Kehadiran konfederasi ini juga dinilai menjadi momentum bersejarah. Organisasi tersebut diarahkan sebagai konfederasi organisasi profesi guru lintas agama di bawah Kementerian Agama yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Konfederasi ini menaungi semangat kebersamaan para pendidik dari berbagai latar belakang agama dan jenis satuan pendidikan.
Pesan yang dibawa pun cukup jelas: perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru bukan milik satu kelompok saja, melainkan kepentingan bersama.
Dalam Rakernas, peserta mulai membahas sejumlah langkah strategis dan agenda kerja organisasi. Ke depan, konfederasi diharapkan mampu memperkuat posisi guru sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan pendidikan yang berkaitan langsung dengan kehidupan para pendidik.
Dengan dikukuhkannya konfederasi tersebut, guru di lingkungan Kementerian Agama kini memiliki wadah bersama untuk menyuarakan kepentingan profesi secara lebih terorganisasi, konstruktif, dan berkelanjutan.
Momentum ini bukan sekadar lahirnya organisasi baru. Lebih dari itu, konfederasi diharapkan menjadi rumah besar perjuangan guru, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi para pendidik dapat diperjuangkan secara bersama-sama. (Red/Dian)




