Kobarnews.id, TANGERANG – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten. Hingga 19 Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 5.934.010 warga atau 100,60% dari target.
Capaian itu menempatkan Banten dalam tiga besar provinsi dengan capaian CKG tertinggi secara nasional. Benyamin menilai capaian tersebut menunjukkan kepedulian Gubernur Banten Andra Soni terhadap kesehatan masyarakat.
“Ini tahun kedua saya datang ke Provinsi Banten, dan ternyata progresnya begitu cepat dari tahun lalu. Maka dari itu saya sangat mengapresiasi atas kecekatan dan kepedulian Gubernur Banten Andra Soni terhadap kondisi kesehatan warganya,” kata Benyamin seusai meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 450 warga dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Mereka berasal dari Kecamatan Sindang Jaya, Gunung Kaler, Kresek, Sukamulya, Jayanti, Balaraja, Cikuya, Cisoka, dan Tigaraksa.
Pemeriksaan mencakup pengukuran fisik dan status gizi, tekanan darah, gula darah, hingga rontgen. Benyamin juga menyoroti tingginya antusiasme warga Banten dalam mengikuti program tersebut.
“Saya dari kemarin meninjau berbagai kegiatan CKG dan penanganan TBC di Kabupaten Tangerang, ternyata memang antusiasme warganya begitu tinggi, termasuk pelayanan dari nakes-nya juga cukup baik,” ujarnya.
Selain CKG, capaian penemuan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di Banten juga disebut termasuk yang tertinggi secara nasional. Capaian penanganan TBC mencapai 62,4%, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat yang berada di angka 57,9%. Adapun keberhasilan pengobatan TBC di Banten mencapai 91%.
Benyamin mengatakan CKG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada pencegahan penyakit. Menurutnya, deteksi dini penting untuk menekan risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.
“Dengan mengikuti CKG, masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, untuk kemudian bisa melakukan pengobatan ke Puskesmas terdekat. Jika perlu tindakan lebih lanjut akan ditangani di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah provinsi bersama seluruh bupati dan wali kota terus mengajak masyarakat mengikuti CKG. Ia menargetkan lebih dari separuh warga Banten dapat mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten sudah melampaui target nasional untuk capaian CKG, yakni mendekati 6 juta warga. Meski demikian, kami akan terus bekerja keras karena kami ingin lebih dari 50 persen warga Banten mengikuti CKG,” kata Andra kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Andra menambahkan pembangunan kesehatan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan setelah masyarakat sakit. Pemerintah juga mendorong upaya promotif dan preventif melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Red)




