Kobarnews.id, BANTEN – Persatuan Insinyur Pertanian dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Banten menilai durian lokal Banten memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Ketua PISPI Banten mengatakan durian lokal tidak semata-mata merupakan buah musiman, tetapi juga menjadi aset pertanian dan kekayaan genetik daerah yang memiliki nilai ekonomi.
“Durian lokal Banten bukan sekadar komoditas buah musiman, tetapi merupakan aset pertanian dan kekayaan genetik daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan dan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Ketua PISPI Banten dalam keterangannya.
Menurutnya, Banten memiliki keragaman durian lokal yang tumbuh di berbagai wilayah. Masing-masing memiliki karakteristik rasa, aroma, tekstur, ukuran, hingga keunikan tersendiri.
Keragaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun branding durian khas Banten sehingga memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih tinggi.

PISPI Banten mendorong pengembangan durian lokal dilakukan secara serius, terencana, dan berbasis ilmu pengetahuan. Hal ini penting agar Banten tidak hanya menjadi daerah penghasil buah, tetapi juga mampu menguasai nilai tambah dari komoditas tersebut.
“Jangan sampai kita hanya menjadi daerah penghasil buah, tetapi tidak menjadi pemilik nilai tambahnya. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai, mulai dari pembibitan, budidaya, pascapanen, pengolahan, pemasaran hingga pengembangan agrowisata,” katanya.
Perlu Pemetaan dan Perlindungan Varietas
Untuk mengembangkan potensi tersebut, PISPI Banten menilai perlu dilakukan pemetaan varietas dan sentra durian lokal di berbagai wilayah Banten.
Selain itu, diperlukan registrasi dan perlindungan varietas unggul lokal, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas bibit, penerapan teknologi budidaya, serta pembangunan ekosistem pasar yang mampu memberikan harga yang adil bagi petani.
PISPI Banten juga mendorong penyusunan kalender produksi dan panen durian Banten berdasarkan data lapangan.
Kalender produksi dinilai penting untuk mengetahui potensi produksi, mengantisipasi masa panen raya, menyusun strategi pemasaran, sekaligus mencegah anjloknya harga yang dapat merugikan petani.
Durian Banten Harus Naik Kelas
PISPI Banten menegaskan durian Banten harus naik kelas, dari sekadar buah lokal menjadi komoditas unggulan daerah.
“Jangan hanya menjual buah, tetapi juga menjual kualitas, varietas, cerita dan identitas Banten. Petani juga harus naik kelas, dari sekadar produsen menjadi pelaku utama agribisnis,” ujarnya.
PISPI Banten menyatakan siap terlibat dalam kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan para ahli pertanian.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem durian Banten yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.
“Banten memiliki durian. Banten memiliki petani. Banten memiliki keragaman genetik. Yang kita perlukan sekarang adalah strategi, data, teknologi, pasar dan keberpihakan kebijakan,” katanya.
PISPI Banten berharap durian lokal tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi sumber kesejahteraan petani sekaligus penggerak ekonomi Banten. (Red/Danu)




