Kobarnews.id, SERANG –
Kota Serang tercatat mengirim 57 peserta, sementara Kota Tangerang Selatan sebanyak 65 peserta dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII tingkat Provinsi Banten.
Untuk memastikan perlombaan berjalan objektif dan profesional, sebanyak 144 dewan hakim dilibatkan. Mereka berasal dari kalangan ulama, akademisi, serta para pakar di bidang masing-masing.
Semarak MTQ tak hanya terasa di arena perlombaan. Antusiasme masyarakat juga ikut mewarnai pembukaan kegiatan tersebut.
Tokoh agama Walantaka, Kota Serang, Marsuta Zuhri, mengatakan, penyelenggaraan MTQ memberikan banyak manfaat. Bukan hanya bagi para peserta, tetapi juga masyarakat secara luas.
Sehari-hari, Marsuta mengajar mengaji di Masjid Raya Al Bantani. Menurutnya, MTQ menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat generasi muda agar semakin mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an.
“MTQ ini menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an dan mempererat silaturahmi,” ujar Marsuta, Senin (6/8/2026)
Dia menambahkan, MTQ juga menjadi ajang mempererat hubungan antarulama, kiai, qari, qariah, serta masyarakat dari berbagai daerah di Banten. Mereka berkumpul dalam satu majelis dengan semangat yang sama, yakni memuliakan Al-Qur’an.
Tak hanya soal syiar agama, menurut Marsuta, keberadaan MTQ juga membawa berkah bagi perekonomian warga.
Ramainya pengunjung sejak hari pertama dimanfaatkan para pedagang kecil untuk mengais rezeki. Aktivitas jual beli di sekitar lokasi MTQ pun ikut meningkat.
“Alhamdulillah para pedagang kecil ikut merasakan manfaat dari ramainya pelaksanaan MTQ,” katanya.
Marsuta mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Banten yang konsisten menggelar MTQ sebagai wadah pembinaan umat.
Menurutnya, semakin banyak cabang yang diperlombakan, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi muda Banten untuk mengembangkan kemampuan. Mulai dari tilawah, qira’at, tafsir, hafalan Al-Qur’an, hingga hafalan hadits.
“Insyaallah dari MTQ ini akan lahir generasi-generasi Al-Qur’an di Banten,” pungkasnya.
Melalui MTQ XXIII, Pemerintah Provinsi Banten berharap syiar Al-Qur’an semakin membumi di tengah masyarakat.
Ajang ini juga diharapkan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, serta pegiat Al-Qur’an yang tidak hanya mampu mengharumkan nama Banten di tingkat nasional, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. (Red/Haris)




