Kobarnews.id, LEBAK – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Lebak 2026 resmi dibuka di MAN 2 Lebak, Kecamatan Bayah, Senin (7/9/2026). Sebanyak 897 peserta dari 166 satuan pendidikan mengikuti ajang yang menjadi pengganti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tersebut.
Pembukaan OMI dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Badrusalam, Ketua DWP Kemenag Lebak Siti Rahayu Badrusalam, Kasubbag Tata Usaha Ajrum Firdaus, para kepala seksi, pengawas madrasah dan PAI, kepala MAN/MTsN/MIN se-Kabupaten Lebak, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Ketua Panitia OMI Kabupaten Lebak 2026 yang juga Kepala MTsN 2 Lebak, Baekandi, mengatakan OMI menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, riset, dan inovasi.
“OMI merupakan pengganti KSM yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, riset, dan inovasi,” kata Baekandi.
Pada jenjang MI/SD sederajat, bidang yang dilombakan yakni Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Untuk jenjang MTs/SMP sederajat meliputi Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi.
Sementara itu, jenjang MA/SMA sederajat mempertandingkan Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.
Selain bidang sains, OMI juga menghadirkan bidang riset untuk jenjang MTs dan MA.
Dari total 897 peserta, sebanyak 151 peserta berasal dari jenjang MI/SD sederajat. Mereka terdiri atas 74 peserta Matematika dan 77 peserta IPAS.
Kemudian, jenjang MTs/SMP sederajat diikuti 383 peserta, terdiri dari 130 peserta Matematika, 128 peserta IPA, dan 125 peserta IPS.
Sedangkan jenjang MA/SMA sederajat diikuti 345 peserta. Rinciannya, 67 peserta Matematika, 63 Biologi, 42 Fisika, 43 Kimia, 66 Ekonomi, dan 64 Geografi.
Secara keseluruhan, peserta tersebut berasal dari 166 satuan pendidikan. Sebanyak 805 peserta berasal dari 153 madrasah dan 74 peserta berasal dari 13 sekolah umum.
Untuk peserta bidang riset, jumlahnya belum dapat diketahui karena proses pendaftaran dan penilaian dilakukan oleh tingkat pusat.
Pelaksanaan OMI Kabupaten Lebak dipusatkan di Kecamatan Bayah dengan menggunakan dua lokasi, yakni MAN 2 Lebak dan MTsN 2 Lebak. Masing-masing lokasi menyediakan dua ruang tes.
Kegiatan inti berlangsung selama tiga hari, 7-9 September 2026. Jadwal tersebut mengalami penyesuaian dari rencana awal yang dijadwalkan pada 7-8 September.
Para juara nantinya akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi pada 5-6 Oktober 2026. Selanjutnya, kompetisi tingkat Nasional dijadwalkan berlangsung pada 10-11 November 2026 di Medan, Sumatera Utara.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”.
Kepala Kemenag Lebak Badrusalam mengatakan pelaksanaan OMI di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak memiliki makna ekologis. Menurutnya, Bayah dengan kekayaan alam laut dan hutan dapat menjadi ruang pembelajaran tentang hubungan sains, iman, dan lingkungan.
“Bayah dengan kekayaan alam laut dan hutannya menjadi laboratorium hidup bagi penerapan ekoteologi, di mana sains dan iman bertemu dalam tanggung jawab memelihara ciptaan Tuhan,” ujar Badrusalam.
Ia menegaskan OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik, mendorong budaya kompetisi, mengembangkan potensi riset, membentuk karakter, serta menumbuhkan talenta dan inovasi peserta didik madrasah.
Badrusalam berpesan kepada para peserta agar tidak semata-mata mengejar medali. Ia meminta peserta menjunjung tinggi sportivitas dan integritas serta memahami pesan ekoteologi yang diusung dalam OMI 2026.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Raih prestasi setinggi-tingginya dengan sportivitas dan keikhlasan. Jadilah kebanggaan madrasah Kabupaten Lebak dan Indonesia,” pungkasnya. (Red/Hikmat)




