Kobarnews.id, LEBAK – Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Masyarakat (Sanimas) tahun 2026 menyasar 23 rumah warga di Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten. Program ini diharapkan memperluas akses sanitasi layak sekaligus mendorong desa menuju bebas buang air besar sembarangan (BABS).
Pelaksanaan program diawali dengan Mutual Check (MC) 0 yang dilakukan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Banten, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kegiatan tersebut turut didampingi Bapperida dan Dinas PUPR Kabupaten Lebak.
Sebanyak 23 penerima manfaat di Desa Kumpay tersebar di lima kampung, yakni Kampung Sukasari, Kumpay, Cipakamar, Paju, dan Genteng.
Program Sanimas mencakup pembangunan fasilitas sanitasi rumah tangga, seperti kamar mandi, septic tank, resapan, dan grease trap.
Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Lebak, Yogan Daru Prabowo, mengatakan Sanimas merupakan program tahunan Kementerian PU yang bersumber dari APBN dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri.
“Secara umum untuk kegiatan ini merupakan program tahunan yang ditetapkan melalui SK Menteri PU, bersumber dari APBN melalui aspirasi DPR RI, bernama Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), salah satunya yaitu kegiatan Sanitasi Masyarakat (Sanimas),” ujar Yogan.
Menurut Yogan, Sanimas merupakan program dengan pola padat karya yang melibatkan masyarakat sebagai pelaksana kegiatan. Program tersebut diampu Kementerian PU melalui Balai PBPK Banten.
Masyarakat dalam pelaksanaannya mendapatkan pendampingan dari tenaga yang direkrut Balai PBPK Banten, yakni fasilitator masyarakat (FM) dan tenaga pemberdayaan masyarakat (TPM).
“Untuk teknis pelaksanaan padat karya yang dikawal atau didampingi oleh dua orang dari tenaga ahli rekrutmen Balai PBPK Banten yang bertugas sebagai fasilitator masyarakat (FM) dan tenaga pemberdayaan masyarakat (TPM),” katanya.
Yogan menjelaskan, Bapperida dan Dinas PUPR Lebak dalam kegiatan MC 0 berperan mengawal lokasi dan sasaran program. Pelaksanaan program sendiri berada di bawah Kementerian PU dan dikawal Balai PBPK Banten.
“Kami sifatnya diajak oleh balai tersebut untuk melihat pelaksanaan MC 0. Untuk sasaran dan target yang bisa menjabarkan secara umum sebetulnya dari pihak balai karena programnya dari mereka dan kami tidak menjadi bagian dari tim, hanya karena lokasinya ada di Lebak jadi kami mengawal dari segi lokasi pensasaran,” jelasnya.
Selain di Banjarsari, program Sanimas 2026 juga mencakup lima lokasi di Kabupaten Lebak. Lokasi tersebut meliputi dua desa di Kecamatan Malingping, satu desa di Banjarsari, satu desa di Panggarangan, dan satu desa di Muncang.
Di Desa Kumpay, program ini diharapkan mendukung upaya desa menuju Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Sarana air bersih (SAB) yang sebelumnya dibangun melalui Dana Desa juga menjadi pendukung agar fasilitas sanitasi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Program Sanimas tidak hanya berfokus pada pembangunan kamar mandi dan septic tank. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Dengan pola padat karya, masyarakat juga dilibatkan secara langsung dalam pembangunan infrastruktur sanitasi di lingkungan mereka. (Red/Dian)




