Kobarnews.id, LEBAK – PSSI Kabupaten Lebak memanfaatkan ajang Piala Soeratin U13 dan U15 untuk mencari dan memetakan bibit sepak bola muda potensial. Sebanyak 22 Sekolah Sepak Bola (SSB) ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Piala Soeratin U13 dan U15 digelar di Stadion Ona Uwes Qorny, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Puluhan pemain muda dari berbagai SSB unjuk kemampuan dalam turnamen yang dibagi menjadi dua zona, yakni zona selatan dan zona utara.
Ketua PSSI Kabupaten Lebak Muammar Adi Prasetya mengatakan kompetisi tersebut berlangsung selama sepekan. Zona selatan diikuti 10 SSB, sedangkan zona utara melibatkan 12 SSB.
“Iya, sepekan pelaksanaannya. Kamis-Jumat kemarin di zona selatan diikuti 10 SSB, kemudian Sabtu-Minggu zona utara diikuti 12 SSB sekaligus final,” kata Muammar kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Muammar, Piala Soeratin tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Turnamen tersebut juga menjadi kesempatan bagi PSSI Lebak melihat langsung potensi pemain dari berbagai wilayah.
Keterlibatan 22 SSB membuat proses pemantauan pemain menjadi lebih luas. PSSI Lebak dapat melihat kemampuan pemain dari berbagai daerah, termasuk talenta yang selama ini belum banyak mendapat kesempatan tampil di kompetisi.
“Menemukan bibit pemain hanyalah tahap awal. Talenta muda membutuhkan kompetisi yang rutin, pelatih yang kompeten, fasilitas latihan serta sistem pembinaan yang mampu menjaga perkembangan mereka hingga ke kelompok usia berikutnya,” ujar Muammar.
Dalam pertandingan kelompok usia U13 dan U15, kemampuan pemain tidak hanya dilihat dari jumlah gol yang dicetak. Teknik dasar, kecepatan membaca permainan, keberanian mengambil keputusan, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga mental bertanding menjadi sejumlah aspek yang dapat menjadi bahan pemantauan.

Pembagian kompetisi menjadi zona selatan dan utara juga memperluas jangkauan pencarian pemain. Dengan sistem tersebut, pemain dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Muammar mengatakan pekerjaan PSSI Lebak tidak berhenti setelah turnamen selesai. Pemain yang dinilai memiliki potensi perlu mendapatkan pemantauan dan pembinaan secara berkelanjutan.
“PSSI Lebak dihadapkan pada pekerjaan besar setelah turnamen selesai. Pemain-pemain yang menunjukkan potensi perlu dipantau dan diberikan pembinaan berkelanjutan agar kemampuan mereka tidak berhenti setelah kompetisi berakhir,” katanya.
Piala Soeratin pun menjadi salah satu wadah untuk memunculkan talenta baru dari Kabupaten Lebak. Dari 22 SSB yang berkompetisi, bukan tidak mungkin muncul pemain yang nantinya menjadi andalan daerah hingga menembus kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.
Bagi para pemain muda, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Satu aksi, keputusan, atau penampilan yang menonjol dapat menjadi awal perjalanan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Karena itu, Piala Soeratin U13 dan U15 bagi PSSI Lebak bukan sekadar soal perebutan trofi. Di balik kompetisi tersebut terdapat misi menemukan, memantau, dan membina pemain muda berbakat agar potensi sepak bola Lebak dapat terus berkembang. (Red/Dian)




