kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKobar ManiaNewsSosialViral

Perlu Uluran Tangan! Dua Tahun Berjuang Lawan Gangguan Pernapasan, Atqiyya Butuh BiPAP Rp125 Juta

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
16 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Bocah asal Kampung Gunung Tanjung, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak butuh uluran tangan.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Atqiyya Farhiatusyarifah Kholidah baru berusia dua tahun. Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk bermain dan tertawa, Atqiyya justru harus berjuang menghadapi gangguan pada sistem pernapasannya.

Bocah asal Kampung Gunung Tanjung, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, itu kini membutuhkan alat bantu napas BiPAP senilai sekitar Rp125 juta.

Saat ditemui wartawan, Rabu (16/9/2026), Atqiyya tampak lemah. Putri pasangan Asep Muhaqiqul Faqih dan Siti Sopiah itu sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, di Lantai 9 Gedung Kiara Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Atqiyya didiagnosis mengalami pneumonia dan bronkomalasia. Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru, sedangkan bronkomalasia merupakan kondisi ketika tulang rawan pada saluran pernapasan, khususnya bronkus, mengalami kelemahan.

- Advertisement -
Ad image

Selama kurang lebih tiga bulan menjalani perawatan di RSCM, Atqiyya menjalani berbagai pemeriksaan dan tindakan medis. Di antaranya CT scan serta bronkoskopi untuk mengetahui kondisi saluran pernapasannya secara lebih mendalam.

Baca Juga:

Polda Banten Tegaskan Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak
KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi
ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Namun, perjuangan Atqiyya belum berakhir. Kondisinya masih belum stabil dan hingga kini masih sangat bergantung pada alat bantu napas untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen tubuhnya.

Butuh BiPAP Rp125 Juta

Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyediakan alat bantu napas BiPAP untuk digunakan dalam perawatan Atqiyya di rumah. Berdasarkan estimasi keluarga, harga satu unit alat tersebut mencapai sekitar Rp125 juta.

Beban keluarga tidak hanya untuk pengadaan alat medis. Biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Atqiyya juga terus berjalan.

Baca Juga:

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil
Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Untuk perawatan selama enam bulan, keluarga memperkirakan biaya pengobatan mencapai Rp7,5 juta per bulan atau sekitar Rp45 juta.

- Advertisement -
Ad image

Kebutuhan nutrisi dan perlengkapan harian juga cukup besar. Pampers diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan, sedangkan kebutuhan susu mencapai sekitar Rp2,85 juta per bulan.

Dengan demikian, kebutuhan pampers dan susu mencapai sekitar Rp3,15 juta per bulan atau Rp18,9 juta selama enam bulan.

Selain itu, keluarga memperkirakan membutuhkan sekitar Rp5 juta per bulan untuk kebutuhan prasejahtera lainnya. Jika dihitung selama enam bulan, kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp30 juta.

- Advertisement -
Ad image

Jika seluruh kebutuhan dijumlahkan, mulai dari BiPAP, pengobatan, susu, pampers hingga kebutuhan lainnya, total estimasi biaya yang diperlukan keluarga selama enam bulan mencapai sekitar Rp218,9 juta.

Jumlah tersebut menjadi beban berat bagi keluarga Asep dan Siti Sopiah.

Baca Juga:

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal
Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Di tengah kondisi itu, keluarga berharap mendapat uluran tangan dari masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha maupun para dermawan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan dan alat bantu napas Atqiyya.

“Bantuan berapa pun nilainya sangat berarti bagi kami. Semoga bisa membantu Atqiyya mendapatkan perawatan dan alat bantu napas yang dibutuhkannya,” harap keluarga.

Bagi Asep dan Siti Sopiah, harapan mereka sederhana. Mereka ingin putrinya tetap mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan memiliki kesempatan untuk tumbuh seperti anak-anak seusianya.

Di usia dua tahun, Atqiyya tentu belum memahami mahalnya biaya pengobatan. Yang dia butuhkan hanyalah bisa bernapas dengan nyaman.

Kini, keluarga Atqiyya tidak hanya berjuang menghadapi penyakit, tetapi juga mencari jalan agar alat yang membantu putri mereka bernapas tetap tersedia.

Bagi Atqiyya, bantuan yang diberikan bukan sekadar angka. Bantuan itu menjadi harapan agar ia bisa terus mendapatkan perawatan dan menjalani hari-harinya. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan
Selanjutnya KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual

Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak

AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Nasional

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Daerah Inspirasi

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Daerah Hukum

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com