Kobarnews.id, LEBAK – Pondok pesantren dinilai tak seharusnya hanya menjadi tempat belajar agama sekaligus konsumen berbagai kebutuhan. Potensi lahan, santri, komunitas, jaringan alumni hingga kebutuhan pangan dinilai bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif.
Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat Cibadak, Lebak, Dr KH Sulaiman Effendi, M.Pd.I., usai menghadiri audiensi Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Jakarta.
Menurut Sulaiman, kebutuhan sehari-hari pesantren dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat.
“Pesantren memiliki modal berupa lahan, komunitas, serta kebutuhan pangan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif,” ujar Sulaiman kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Dia menyebut koperasi dapat menjadi penghubung antara pesantren dan masyarakat. Kebutuhan beras, sayuran, telur, daging, hingga kebutuhan lainnya dapat dipasok petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Ekosistem tersebut dapat membuka ruang bagi petani, peternak, nelayan, UMKM, dan pesantren untuk tumbuh dalam satu rantai ekonomi,” katanya.
Sulaiman mengatakan potensi tersebut semakin besar karena Banten memiliki jumlah pondok pesantren yang besar.
“Provinsi Banten adalah provinsi terbesar ketiga dalam jumlah pondok pesantren setelah Jawa Timur dan Jawa Barat. Karena itu, sangat layak jika sekretariat FSPP Banten dijadikan markas atau simbol Provinsi Banten sebagai provinsi seribu kiai dan sejuta santri,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Dudung juga mendorong santri dan alumni pesantren agar tidak hanya berkiprah di bidang keagamaan. Mereka didorong turut menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui koperasi, UMKM, dan program ketahanan pangan.
Ketua Presidium FSPP Banten Dr KH Fadlullah, S.Ag., M.Si., menambahkan kebutuhan pangan pesantren dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rantai ekonomi yang lebih luas.
“Dari dapur tumbuh pasar, dari pasar tumbuh produksi, dan dari produksi tumbuh kemandirian,” kata Fadlullah.
Selain membahas ekonomi, audiensi tersebut turut membahas pendidikan dan kaderisasi santri. Salah satunya melalui program Beasiswa 10.000 Kader Umat yang didukung Lembaga Amal Pesantren (LAMTREN).
FSPP Banten juga mengundang Jenderal Dudung untuk menghadiri peringatan Hari Santri di Lebak, Rangkasbitung.
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi FSPP Banten untuk menyampaikan aspirasi pesantren kepada pemerintah pusat, khususnya terkait penguatan pendidikan, kaderisasi, dan kemandirian ekonomi pesantren. (Red/Dian)




