kobarnews.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasDaerahNewsPemerintahanViral

Pengamat Soroti PAD Pandeglang yang Masih Rendah, Ungkap 3 Masalah Penghambat

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
30 September 2026
Bagikan
5 menit baca
H. Aang Kunaefi salah satu pengamat dan pemantauan pembangunan di Provinsi Banten.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya. Namun, potensi tersebut dinilai belum mampu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal.

Salah seorang pengamat pembangunan Provinsi Banten, H Aang Kunaefi, menilai ada sejumlah persoalan yang membuat pertumbuhan PAD Pandeglang berjalan lambat.

Menurut Aang, sedikitnya ada tiga persoalan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, masih adanya potensi PAD yang belum tergarap secara optimal.

“Potensi ada, tetapi tidak tercatat sebagai PAD. Retribusi wisata, parkir, galian C, sarang burung walet dan lainnya harus ditertibkan agar masuk ke kas daerah,” kata Aang kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Persoalan kedua, menurut dia, berkaitan dengan struktur belanja APBD. Belanja rutin yang besar dinilai dapat membatasi ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan yang produktif.

Baca Juga:

Wabup Lebak Bahas Pengembangan Cilangkahan, Dorong Terminal hingga Pasar
Jawaban Fraksi DPRD soal APBD 2027, Bupati Lebak Soroti Prioritas Pembangunan
Retribusi Persampahan di Lebak Baru Rp988 Juta, Target Rp1,5 Miliar
Ketum DPP KNPI Ucapkan Selamat atas Pelantikan Komjen Suyudi Aryo Seto sebagai Kapolri

Ketiga, investasi dinilai belum optimal karena persoalan perizinan dan kesiapan infrastruktur.

Aang mengatakan, Pandeglang perlu terlebih dahulu membenahi sumber-sumber PAD yang sudah ada. Salah satunya melalui digitalisasi pajak dan retribusi.

“Semua hotel, restoran, parkir dan pasar bisa menggunakan sistem elektronik sehingga penerimaan lebih mudah dipantau,” ujarnya.

Baca Juga:

DPR Terima Surat Presiden, Suyudi Ario Seto Diusulkan Jadi Kapolri
Kades Wirasinga Siaga 24 Jam, Layani Warga Sekaligus Genjot Pembangunan Desa
Warga Banten Selatan Kini Tak Perlu Jauh-jauh Cuci Darah
Pasien Membludak di IGD RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Capai 103 Orang

Dia juga mendorong pemerintah daerah melakukan audit terhadap aset milik Pemkab Pandeglang. Menurutnya, tanah maupun bangunan daerah yang dimanfaatkan pihak ketiga harus dipastikan memberikan kontribusi kepada daerah.

- Advertisement -
Ad image

Selain itu, potensi wisata dan aktivitas ekonomi yang belum tertib juga perlu ditata. Aang mencontohkan kawasan wisata yang memiliki potensi besar, tetapi pengelolaan tiket maupun retribusinya belum optimal.

Kembangkan Potensi Lokal

Aang menilai Pandeglang tidak perlu mengikuti pola pembangunan daerah seperti Cilegon dan Tangerang yang memiliki basis industri kuat. Menurut dia, Pandeglang justru perlu fokus mengembangkan sektor yang menjadi keunggulannya.

- Advertisement -
Ad image

“Pandeglang tidak bisa bersaing di sektor industri dengan Cilegon atau Tangerang. Kekuatan Pandeglang ada pada pariwisata, pertanian dan ekonomi pesisir,” katanya.

Di sektor pariwisata, dia mendorong pengembangan desa wisata agar tidak hanya mengandalkan kawasan Tanjung Lesung.

Baca Juga:

Proyek Toilet Alun-alun Rangkasbitung Rampung, Tapi Masih Ditutup
Tinawati Andra Soni Kenalkan Tenun Baduy Banten di Kriyanusa 2026
Wagub Banten: Kemajuan Pariwisata Ada di Tangan Generasi Muda
Dinsos Lebak Ungkap Warga Masih Banyak Tak Tahu Sekolah Rakyat

Menurut Aang, pemerintah daerah dapat memilih sejumlah desa sebagai desa wisata unggulan dengan konsep yang berbeda-beda. Pengembangan tersebut juga dapat melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Misalnya desa wisata dengan potensi durian atau desa pesisir yang mengembangkan homestay dan wisata nelayan. PAD bisa diperoleh dari aktivitas ekonomi yang berkembang, sementara BUMDes mendapatkan bagi hasil,” ujarnya.

Di sektor pertanian, Aang mendorong agar Pandeglang tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah.

Pandeglang yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras di Banten, kata dia, perlu mengembangkan industri pengolahan dan branding produk beras daerah.

“Jangan hanya menjual gabah mentah. Bisa dibangun rice milling dan dikembangkan branding beras Pandeglang sehingga nilai tambahnya tetap berada di daerah,” katanya.

Sementara di sektor kelautan, pengembangan kawasan pesisir seperti Ujung Kulon, Panimbang dan Labuan dinilai perlu diarahkan pada penguatan rantai ekonomi perikanan.

Salah satunya melalui pengembangan tempat pelelangan ikan modern dan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

“Dengan begitu hasil tangkapan nelayan tidak langsung dibawa ke luar daerah dengan harga murah,” ujarnya.

Perizinan Investasi Harus Dipermudah

Aang juga mendorong Pemkab Pandeglang memperbaiki iklim investasi. Menurutnya, pelayanan perizinan harus dibuat sederhana, cepat dan terintegrasi.

Dia mengusulkan penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan layanan perizinan yang benar-benar dapat diselesaikan secara cepat dan tidak berbelit.

Selain itu, pemerintah daerah dapat memberikan insentif bagi investor yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Investor yang menggunakan tenaga kerja lokal Pandeglang dalam jumlah besar dapat diberikan insentif tertentu sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Aang juga mengingatkan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan pada akses yang menunjang kegiatan ekonomi.

“Perbaiki jalan akses wisata dan pertanian terlebih dahulu sebelum membangun gedung baru,” katanya.

Menurut Aang, transparansi APBD juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah kebocoran penerimaan daerah.

“Kalau warga bisa melihat di website, tahun ini PAD targetnya berapa, realisasinya berapa dan digunakan untuk apa, maka kontrol sosial berjalan. Kebocoran juga bisa ditekan,” pungkasnya.

Sementara pihak Pemkab Pandeglang baik Sekda maupun pihak terkait belum bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut. (Red/Fidz)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya PWI Banten-Kejati Perkuat Sinergi, Bahas Keterbukaan Informasi
Selanjutnya Dishub Lebak Tetapkan Tarif Parkir Resmi di Alun-alun Rangkasbitung
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Sekolah Rakyat di Lebak Tampung 270 Anak dari Keluarga Miskin

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Desa di Malingping Dibangun Lewat Bang Andra

Program Bang Andra Dilanjutkan, Pemprov Banten Bangun 33 Ruas Jalan Desa pada 2026

Jasad Pria Tanpa Celana Ditemukan di Perkebunan Serang, Identitas Belum Terungkap

NIK KPM Bansos Cilegon Terdeteksi Judol, Bantuan Bisa Dihentikan

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah

BI Banten Dorong Investasi Berkualitas, UMKM dan SDM Lokal Jadi Kunci

Daerah Hukum

Polda Banten Bicara Akses Informasi Publik di Hari Hak untuk Tahu Sedunia

Daerah Inspirasi

Dishub Lebak Tetapkan Tarif Parkir Resmi di Alun-alun Rangkasbitung

Daerah News

PWI Banten-Kejati Perkuat Sinergi, Bahas Keterbukaan Informasi

Barjas Daerah

Pendapatan Daerah Lebak Capai Rp 1,93 Triliun, Realisasi Belanja 60,15 Persen

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com