Kobarnews.id, SERANG – Buku Celoteh Perempuan Sehari-hari karya Marwah dinilai menjadi ruang untuk merekam cerita, pengalaman, sekaligus dinamika kehidupan perempuan. Tak sekadar menyuguhkan kisah keseharian, buku ini juga mengangkat tawa, air mata, perjuangan, hingga kekuatan yang tumbuh dari perjalanan hidup.
Hal itu disampaikan tokoh perempuan yang juga anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi PKS, Hj. Erna Yuliawati, S.Pd.I., M.Pd., saat menjadi pemateri sekaligus pembedah buku tersebut di Rumah Dunia Serang, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang digelar Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) itu menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Hj. Nura’eni, S.Sos., M.Si. dan Hj. Erna Yuliawati, S.Pd.I., M.Pd.
Menurut Erna, setiap tulisan dalam buku tersebut menyimpan nilai dan pesan tersendiri. Dari luar, cerita tentang kehidupan perempuan memang kerap terlihat sederhana. Namun, di baliknya tersimpan pengalaman dan perjuangan yang tidak selalu mudah.
“Buku ini menghadirkan cerita tentang keseharian perempuan, tentang tawa, air mata, pengalaman, perjuangan, hingga kekuatan yang tumbuh dari perjalanan hidup,” ujar Erna kepada media, Senin (24/8/2026).
Erna menegaskan, bedah buku bukan sekadar membicarakan isi buku atau memberikan penilaian terhadap karya penulis. Kegiatan semacam itu, kata dia, juga menjadi ruang dialog untuk berbagi pengalaman dan menggali makna dari setiap cerita yang dituangkan dalam tulisan.
“Bagi saya, membedah sebuah buku bukan sekadar menyampaikan isi dan memberikan pandangan, tetapi juga menjadi ruang untuk berdialog, berbagi pengalaman, dan menemukan makna dari setiap cerita yang dituliskan,” katanya.
Ia mengatakan, pengalaman perempuan dalam kehidupan sehari-hari memiliki banyak dimensi. Perempuan bisa menjalankan peran sebagai ibu, istri, pekerja, pendidik maupun bagian dari masyarakat.
Di balik beragam peran tersebut, lanjut Erna, ada cerita, harapan, tantangan dan keteguhan yang layak mendapatkan ruang untuk didengar.
Karena itu, kehadiran Celoteh Perempuan Sehari-hari dinilai penting dalam membangun ruang literasi yang lebih humanis. Cerita perempuan, menurutnya, tidak semestinya dipandang hanya sebagai celoteh, tetapi juga dapat menjadi cermin kehidupan sekaligus sumber inspirasi.
Erna berharap buku karya Marwah tersebut bisa diterima masyarakat luas dan memberikan manfaat bagi pembacanya, terutama dalam menumbuhkan penghargaan terhadap pengalaman dan perjuangan perempuan.
“Semoga buku ini menjadi bacaan yang menginspirasi, menguatkan, dan mengingatkan kita bahwa setiap perempuan memiliki cerita yang layak didengar dan perjalanan yang layak dihargai,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar budaya membaca dan berdiskusi melalui buku terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurut Erna, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami pengalaman manusia, menghargai perbedaan perspektif, serta mengambil nilai positif dari setiap cerita.
Melalui Celoteh Perempuan Sehari-hari, Marwah menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan. Dari kisah-kisah sederhana itu, pembaca diajak melihat bahwa di balik keseharian seorang perempuan selalu ada perjuangan, keteguhan dan harapan yang patut diapresiasi. (Red/Dian)




