kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNasionalNewsPemerintahanPendidikanViral

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak Banten

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 Agustus 2026
Bagikan
4 menit baca
Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Persiapan MPLS bersama anak jalanan dan calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang.
Bagikan

Kobarnews.id, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen mempermudah akses pendidikan bagi seluruh anak di Provinsi Banten. Komitmen itu diperkuat pengalaman pribadinya yang pernah kesulitan melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

Andra Soni mengatakan dirinya bersyukur karena saat berada dalam kondisi tersebut ada orang baik yang membantunya agar tetap bisa bersekolah seperti anak-anak lainnya. Orang tersebut kemudian menjadi orang tua asuhnya.

Kisah itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan dan calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Turut hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Andra Soni, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi negara bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan juga berperan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Dia meyakini pendidikan menjadi salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan, kesulitan, dan keterbelakangan.

“Kalau kita ingin keluar dari kemiskinan, kesulitan dan keterbelakangan, salah satunya adalah melalui pendidikan,” kata Andra Soni.

Gubernur Andra Soni saat bersama Sekretaris Kabinet Indonesia Teddy Indra Wijaya dalam acara di Tangerang.

Karena itu, dia menilai kehadiran Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi harapan besar untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad image

Andra Soni juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial karena saat ini telah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut menjadi modal untuk mendorong lahirnya generasi unggul dan berdaya saing, terlebih Banten merupakan daerah penyangga Jakarta.

“Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.

- Advertisement -
Ad image

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat. Dia mengajak para siswa meneladani perjalanan hidup Andra Soni.

Teddy mengatakan kerja keras yang disertai doa membuat Andra Soni mampu mencapai posisi sebagai gubernur.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” kata Teddy.

Teddy menyebut pada 2025 terdapat 165 Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa mencapai 43 ribu anak. Tahun ini, pemerintah menambah 100 Sekolah Rakyat sebagai bagian dari cita-cita Presiden Prabowo.

“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan para gubernur, bupati, dan wali kota turut membantu pemerintah dalam menyediakan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan Presiden Prabowo memerintahkan penambahan penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelas Gus Ipul.

Dia mengatakan sebagian anak yang menjadi sasaran Sekolah Rakyat sebelumnya menghabiskan waktu sekolah untuk bekerja di ruang publik.

“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” pungkasnya. (Rez)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Dari Ngamen ke Jagat Digital, Dede Fatality Buktikan Musisi Jalanan Bisa Naik Kelas
Selanjutnya Pasukan 45 TNI-Polri Gelar Latihan Gabungan Jelang HUT ke-81 RI di Pandeglang
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com