kobarnews.id
Senin, 2 November 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasNasionalNewsViral

BGN Bongkar Dugaan Yayasan Titipan di Program MBG, Kejagung Turun Tangan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
2 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan praktik yayasan “titipan” yang terafiliasi dengan oknum internal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yayasan tersebut diduga lebih dulu mendapatkan persetujuan mengelola titik dapur, meski tidak memiliki modal, lalu menawarkan titik itu kepada investor dengan meminta setoran.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, dugaan penyimpangan tersebut kini sedang didalami bersama Kejaksaan Agung.

“Sebetulnya mitra itu adalah investor,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, sejak awal konsep MBG dirancang agar mitra membangun dapur menggunakan modal sendiri. Sebelum beroperasi, mitra diwajibkan membentuk yayasan yang kemudian diajukan ke BGN untuk mendapat persetujuan.

- Advertisement -
Ad image

“Seharusnya mitra yang bangun dapur itu punya modal. Mereka bikin yayasan dulu, kemudian disubmit ke BGN, di-approve, baru bisa membangun,” ujarnya.

Baca Juga:

DPC PPP Kabupaten Serang Dukung Mardiono, Siap Satu Komando Jelang Pemilu 2029
Wagub Dimyati Hadiri Turnamen Catur di Serang, Dorong Pembinaan Atlet Muda
Gerak Cepat! Pemkab Lebak Benahi Fasilitas Alun-alun Rangkasbitung Usai Dikeluhkan Warga
Demokrat Usul Gerai Mutasi Kendaraan di MPP Pandeglang untuk Dongkrak PAD

Namun, dalam pelaksanaannya, BGN menemukan indikasi adanya oknum internal pada periode sebelumnya yang lebih dulu menyiapkan yayasan tertentu agar memperoleh persetujuan mengelola titik dapur.

“Oknum di dalam BGN terdahulu itu menyiapkan yayasan-yayasan, kemudian di-approve karena ada orang dalam yang mengesahkan titik-titik tersebut,” ungkap Sudaryono.

Masalahnya, kata dia, yayasan yang telah mengantongi persetujuan itu tidak memiliki dana untuk membangun dapur. Sebaliknya, mereka menawarkan titik dapur kepada investor yang memiliki modal dengan syarat menyetor sejumlah uang.

Baca Juga:

Wagub Banten Minta Santri Tak Cuma Pintar, tapi Juga Berakhlak Mulia
Pilkades Serentak 2027 di Tangerang, FMPD Desak Pemkab Segera Sosialisasikan Perbup
Kabel Semrawut di Gerbang Perumahan Banten Metropolis Terbakar, Warga Padamkan Api
Pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Banten Resmi Dilantik, Dasco Targetkan Kemenangan 2029

“Yayasan sudah di-approve, kemudian menjajakan titik ini kepada mitra. Nanti mitra diminta membangun, lalu ada potongan atau setoran yang harus diberikan kepada yayasan,” jelasnya.

- Advertisement -
Ad image

Praktik itulah yang kini menjadi fokus penyelidikan Kejaksaan Agung. BGN menduga terdapat keterkaitan antara oknum internal dengan yayasan tertentu yang menerima aliran dana dari para mitra.

“Ini yang sekarang diperiksa Kejaksaan, apakah oknum-oknum di sini terafiliasi dengan yayasan tertentu yang menerima setoran,” katanya.

Sudaryono menilai, praktik tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan MBG. Sebab, mitra harus mengalokasikan sebagian anggaran untuk membayar setoran, sehingga biaya operasional dapur ikut tertekan.

- Advertisement -
Ad image

“Karena harus kasih setoran, yang terjadi adalah biaya di SPPG ditekan. Kualitas makanan bisa dikurangi karena harus menganggarkan potongan tadi,” ujarnya.

BGN kini menyiapkan skema baru untuk menutup celah penyimpangan tersebut. Menurut Sudaryono, pihak yang paling dirugikan dalam praktik itu adalah investor atau mitra yang telah mengeluarkan modal membangun dapur.

Baca Juga:

KNMP Dibangun di 5 Desa Pesisir Lebak, Pemkab Optimistis Dongkrak Ekonomi Nelayan
Bikin Bangga! Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 6 Piala di MOMB 2026 Banten
Cegah C3 dan Geng Motor, Polres Lebak Gencarkan Patroli KRYD
Dua UMKM Lebak Tembus 16 Besar Jawara Banten, Bidik Tiket 10 Besar!

“Yang paling berkorban itu mitra karena mereka berinvestasi. Sementara ada yayasan tertentu yang tidak keluar keringat, hanya bermodal kenal orang dalam lalu menikmati potongan. Ini yang ingin kami bereskan,” tegasnya. (Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Polresta Serang Kota Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar
Selanjutnya Istri Bupati Pemalang Ikut Dibawa ke Gedung KPK Usai OTT
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Festival Kaibon Kota Serang 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Seni Budaya hingga UMKM Lokal

Ratusan Pemotor Jelajahi Wisata Alam Banten, Rayakan HUT ke-26

Fasilitas Lengkap, Curug Goong Mandalawangi Tawarkan Glamping dan Camping Ground Komunal

Pengurus PKB Pandeglang Dikukuhkan, Nawawi Desak Anggaran Pesantren dan Madrasah Ditambah

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Muhaimin Iskandar Minta Kader Mulai Bergerak Menangkan Pemilu 2029

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

458 Mahasiswa USBR Diwisuda, Rektor: Kampus Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lebak

Daerah Infrastruktur

Pembangunan 5 Rutilahu Program TMMD ke-130 Kodim Lebak Capai 80 Persen

Daerah Hukum

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar 3 Titik

Daerah Hukum

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polisi Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Lebak

Daerah Inspirasi

Sepekan Digembleng, KUMALA Siapkan Kader Jadi Pemimpin Masa Depan

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com