Kobarnews.id, SERANG – CV Cakrawala Buana mendorong pengembangan sektor pertanian di Provinsi Banten. Salah satu upayanya dilakukan melalui budidaya cabai rawit sekaligus edukasi kepada petani.
Direktur CV Cakrawala Buana, Yuliani, mengatakan dirinya telah berkecimpung di dunia pertanian sejak 2009. Selain membudidayakan tanaman, pihaknya juga menyediakan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari benih hingga pupuk.
“Sejak 2009 saya sudah bergerak di bidang pertanian. Kadang benih padi, bawang, cabai dan macam-macam. Tetapi spesialisasi saya lebih ke bawang,” kata Yuliani kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Yuli mengatakan harga pupuk dan kebutuhan pertanian yang disediakan pihaknya diupayakan lebih terjangkau dibandingkan harga di toko. Menurutnya, hal itu dilakukan agar petani bisa mendapatkan kebutuhan pertanian secara langsung dengan harga lebih murah.
Saat ini, CV Cakrawala Buana mengembangkan budidaya cabai rawit varietas Ori di lahan sekitar 2 hektare. Namun, lahan tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk tanaman cabai karena juga dimanfaatkan untuk peternakan ayam petelur, tanaman terong, dan peternakan kambing.
“Untuk tanaman cabainya sekitar 5.000 batang. Ada juga sekitar 3.000 batang di bagian lainnya. Rata-rata masa tanam sekitar tiga bulan, tetapi yang sekarang diperkirakan dua setengah bulan sudah mulai panen,” ujarnya.

Menurut Yuli, pengembangan sektor pertanian penting dilakukan karena kebutuhan pangan masyarakat sangat bergantung pada keberadaan petani.
“Kalau di tanaman pangan, kita butuh makan. Tanpa petani, kita tidak makan. Karena itu, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan harus terus dilakukan,” katanya.
Yuli juga berharap lahan pertanian milik Pemerintah Provinsi Banten dapat dioptimalkan menjadi pusat edukasi pertanian. Kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petani, pelajar hingga mahasiswa.
Dia menyebut salah satu lahan milik Pemprov Banten memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk dikembangkan menjadi kawasan edukasi pertanian. Di lokasi itu terdapat greenhouse, laboratorium, peternakan hingga lahan hortikultura.
“Kalau dikembangkan, tempat itu sangat cocok untuk edukasi petani, pelajar dan mahasiswa. Fasilitasnya cukup lengkap, ada greenhouse, laboratorium, peternakan dan hortikultura,” tuturnya.
Yuli berharap kawasan tersebut nantinya dapat dikembangkan secara terpadu. Salah satunya dengan menghadirkan tenaga pendamping yang membantu petani mulai dari pemupukan, pengendalian hama, pengolahan hasil hingga pemasaran.
“Kita ingin ada orang-orang yang membantu edukasi, mulai dari pemupukan, pengolahan sampai pemasaran,” jelasnya.

Selain cabai dan hortikultura, Yuli mendorong pengembangan komoditas padi dan jagung. Dia berharap hasil pertanian lokal dapat diserap perusahaan swasta sehingga perputaran ekonomi tetap berada di Banten.
“Harapannya ada kerja sama dengan perusahaan swasta. Beras yang dihasilkan petani bisa dipasarkan ke perusahaan melalui wadah yang disiapkan pemerintah, apakah koperasi atau bentuk lainnya,” katanya.
Yuli menyebut lokasi budidaya cabai saat ini berada di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Sementara pengembangan tanaman padi dilakukan di lokasi lainnya.

Dia menilai penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kita juga berharap penerapan program Sistem Informasi Pertanian Terpadu (Sitandu) di Provinsi Banten harus dikembangkan untuk peningkatan ketahanan pangan di Banten dengan dukungan semua stakeholder, terutama dinas terkait, baik Distan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Diskoprindag,” pungkasnya. (Red/Danu)




