kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiNewsViral

CV Cakrawala Buana Edukasi Petani Tanam Cabai Rawit di Banten

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
28 Agustus 2026
Bagikan
4 menit baca
Direktur CV Cakrawala Buana Yuliani turun langsung sebagai petani di Walantaka Kota Serang.
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – CV Cakrawala Buana mendorong pengembangan sektor pertanian di Provinsi Banten. Salah satu upayanya dilakukan melalui budidaya cabai rawit sekaligus edukasi kepada petani.

Direktur CV Cakrawala Buana, Yuliani, mengatakan dirinya telah berkecimpung di dunia pertanian sejak 2009. Selain membudidayakan tanaman, pihaknya juga menyediakan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari benih hingga pupuk.

“Sejak 2009 saya sudah bergerak di bidang pertanian. Kadang benih padi, bawang, cabai dan macam-macam. Tetapi spesialisasi saya lebih ke bawang,” kata Yuliani kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Mulai tumbuh daun benih cabe yang ditanam CV Cakrawala Buana di atas lahan 2 hektar.

Yuli mengatakan harga pupuk dan kebutuhan pertanian yang disediakan pihaknya diupayakan lebih terjangkau dibandingkan harga di toko. Menurutnya, hal itu dilakukan agar petani bisa mendapatkan kebutuhan pertanian secara langsung dengan harga lebih murah.

- Advertisement -
Ad image

Saat ini, CV Cakrawala Buana mengembangkan budidaya cabai rawit varietas Ori di lahan sekitar 2 hektare. Namun, lahan tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk tanaman cabai karena juga dimanfaatkan untuk peternakan ayam petelur, tanaman terong, dan peternakan kambing.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

“Untuk tanaman cabainya sekitar 5.000 batang. Ada juga sekitar 3.000 batang di bagian lainnya. Rata-rata masa tanam sekitar tiga bulan, tetapi yang sekarang diperkirakan dua setengah bulan sudah mulai panen,” ujarnya.

Menurut Yuli, pengembangan sektor pertanian penting dilakukan karena kebutuhan pangan masyarakat sangat bergantung pada keberadaan petani.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

“Kalau di tanaman pangan, kita butuh makan. Tanpa petani, kita tidak makan. Karena itu, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan harus terus dilakukan,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Yuli juga berharap lahan pertanian milik Pemerintah Provinsi Banten dapat dioptimalkan menjadi pusat edukasi pertanian. Kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petani, pelajar hingga mahasiswa.

Dia menyebut salah satu lahan milik Pemprov Banten memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk dikembangkan menjadi kawasan edukasi pertanian. Di lokasi itu terdapat greenhouse, laboratorium, peternakan hingga lahan hortikultura.

“Kalau dikembangkan, tempat itu sangat cocok untuk edukasi petani, pelajar dan mahasiswa. Fasilitasnya cukup lengkap, ada greenhouse, laboratorium, peternakan dan hortikultura,” tuturnya.

- Advertisement -
Ad image

Yuli berharap kawasan tersebut nantinya dapat dikembangkan secara terpadu. Salah satunya dengan menghadirkan tenaga pendamping yang membantu petani mulai dari pemupukan, pengendalian hama, pengolahan hasil hingga pemasaran.

“Kita ingin ada orang-orang yang membantu edukasi, mulai dari pemupukan, pengolahan sampai pemasaran,” jelasnya.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah
Cabe rawit ori siap panen sekitar 2 Minggu depan.

Selain cabai dan hortikultura, Yuli mendorong pengembangan komoditas padi dan jagung. Dia berharap hasil pertanian lokal dapat diserap perusahaan swasta sehingga perputaran ekonomi tetap berada di Banten.

“Harapannya ada kerja sama dengan perusahaan swasta. Beras yang dihasilkan petani bisa dipasarkan ke perusahaan melalui wadah yang disiapkan pemerintah, apakah koperasi atau bentuk lainnya,” katanya.

Yuli menyebut lokasi budidaya cabai saat ini berada di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Sementara pengembangan tanaman padi dilakukan di lokasi lainnya.

Dia menilai penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kita juga berharap penerapan program Sistem Informasi Pertanian Terpadu (Sitandu) di Provinsi Banten harus dikembangkan untuk peningkatan ketahanan pangan di Banten dengan dukungan semua stakeholder, terutama dinas terkait, baik Distan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Diskoprindag,” pungkasnya. (Red/Danu)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Sekolah Rakyat di Pandeglang Bikin Orang Tua Tak Khawatir Biaya Pendidikan
Selanjutnya Komunitas Batur Ulin Rayakan HUT Pertama, 100 Orang Hadir di Pandeglang
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com