Kobarnews.id, TANGERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung upaya pemerintah menyediakan hunian sehat dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Gubernur Banten mengatakan, akses terhadap rumah layak dan terjangkau menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya menyediakan perumahan yang sehat dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Andra Soni saat menghadiri pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).
Pameran perumahan tersebut berlangsung selama empat hari, 27-30 Agustus 2026. Sebanyak lebih dari 130 pengembang ikut ambil bagian dengan menawarkan hunian untuk berbagai segmen, mulai dari MBR, keluarga, hingga kelas premium.
Andra Soni pun menyempatkan diri meninjau sejumlah stan. Dia melihat langsung rumah contoh, pilihan hunian, serta fasilitas pembiayaan yang ditawarkan pengembang BUMN dan swasta.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Danantara Housing Expo merupakan bentuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Expo ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap Program 3 Juta Rumah,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, pameran ini dirancang untuk mempertemukan pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ekosistem. Dengan begitu, calon pembeli tak hanya mendapatkan pilihan rumah, tetapi juga akses pembiayaan.
“Kebutuhan rumah menjadi hal yang sangat prioritas,” katanya.
Rosan menambahkan, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berkomitmen mempercepat pembangunan rumah yang memenuhi standar kelayakan sekaligus terjangkau bagi masyarakat.
Harga hunian yang ditawarkan dalam expo cukup beragam, mulai sekitar Rp120 juta hingga Rp2-3 miliar. Hunian dibagi dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living.
Dari ekosistem BUMN, 12 pengembang membawa sekitar 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Total nilai inventori mencapai sekitar Rp9,79 triliun, terdiri dari 6.611 unit untuk MBR dan 9.948 unit non-MBR.
Kemudahan juga ditawarkan dari sisi pembiayaan. Bank-bank Himbara dan lembaga keuangan dalam ekosistem BUMN menyediakan sejumlah skema, antara lain uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun sesuai ketentuan bank, serta tenor hingga 30 tahun.
Rosan berharap berbagai skema tersebut bisa membuat masyarakat semakin mudah memiliki rumah.
“Yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya menawarkan properti dan pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga menyediakan beragam hadiah bagi pengunjung, mulai dari apartemen, rumah, mobil dan motor listrik, kepingan emas, hingga tiket perjalanan.
Penyelenggara menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung selama empat hari pameran. Ajang ini diharapkan menjadi wadah mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, BUMN, dan pelaku industri guna memperkuat ekosistem perumahan nasional. (Red)




