Kobarnews.id, SERANG, – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya peran ilmuwan dalam melahirkan berbagai inovasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri sidang terbuka promosi doktor Ratna Dewi di Program Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Jumat (31/7/2026) sore.
Menurut Dimyati, dunia saat ini berkembang sangat cepat seiring pesatnya kemajuan teknologi. Karena itu, pemerintah harus mampu mengikuti perubahan agar pelayanan publik semakin efektif dan berkualitas.
“Kita harus selalu mengikuti perubahan dunia dan percepatan kemajuan teknologi tersebut,” ujar Dimyati.
Ia mengatakan, pemerintah membutuhkan dukungan para akademisi melalui berbagai hasil riset dan inovasi. Gagasan yang lahir dari kalangan ilmuwan, menurut dia, dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Saya berharap inovasi yang dilahirkan para ilmuwan bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dimyati juga mengucapkan selamat kepada Ratna Dewi yang berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya.
“Selamat kepada Ibu Ratna Dewi yang telah berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih gelar doktor,” ucapnya.

Ia menilai disertasi Ratna Dewi selaras dengan fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya di sektor pendidikan.
“Disertasinya tentang pendidikan, sejalan dengan Pemprov Banten yang sedang menggencarkan pembangunan di bidang pendidikan,” kata Dimyati.
Ratna Dewi meraih gelar doktor bidang Teknologi Pendidikan dari Program Pascasarjana Untirta dengan predikat cumlaude. Ia mempertahankan disertasi berjudul Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pendidikan Inklusi di Pandeglang, Banten di hadapan dewan penguji yang diketuai Aan Asphianto dengan sekretaris Asep Muhyidin. Tim penguji terdiri atas Dedi Kuswandi, Suroso Mukti Leksono, Lukman Nulhakim, dan Ila Rosmilawati. Adapun promotor disertasi adalah Sholeh Hidayat, didampingi ko-promotor Aan Hendrayana.
Dalam sambutannya, Ratna Dewi mengatakan gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal untuk mengemban amanah dan mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Ia pun memohon doa dari dewan penguji dan seluruh pihak agar dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya. (Red)



