kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKobar Mania

Ketika Kemarau Mengeringkan Sawah, Di Mana Manfaat Bendungan Karian?

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
1 Agustus 2026
Bagikan
5 menit baca
Dian Wahyudi, S.T., Pemerhati Sosial Kemasyarakatan
Bagikan

Oleh: Dian Wahyudi, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Surutnya Bendungan Karian pada musim kemarau 2026 menghadirkan ironi. Saat permukaan air menyusut, bekas permukiman yang dulu tenggelam kembali terlihat. Rumah-rumah lama, jalan kampung, hingga jejak kehidupan masyarakat muncul dari dasar waduk.

Namun, yang lebih penting dari fenomena itu adalah pertanyaan yang mengemuka: sejauh mana manfaat Bendungan Karian telah dirasakan masyarakat, terutama petani, ketika sawah masih mengalami kekeringan dan sebagian warga kesulitan memperoleh air pada musim kemarau?

Pertanyaan tersebut bukan untuk menafikan pentingnya Bendungan Karian. Sebaliknya, karena dibangun dengan investasi besar dan dirancang sebagai infrastruktur strategis penyedia air baku, irigasi, serta pengendali banjir, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana tujuan tersebut telah tercapai.

- Advertisement -
Ad image

Laporan mengenai surutnya Waduk Karian yang dimuat Satelit News pada 26 Juli 2026 menunjukkan bahwa fenomena tersebut terjadi hampir setiap musim kemarau. Sebagian sumur warga mulai mengering, sementara masyarakat kembali memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, aktivitas ekonomi di sekitar waduk masih didominasi sektor perikanan, sedangkan potensi wisata belum berkembang secara optimal.

Baca Juga:

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil
Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Situasi ini menghadirkan paradoks. Di satu sisi berdiri bendungan dengan kapasitas tampungan sekitar 315 juta meter kubik yang diproyeksikan mengairi sekitar 22.000 hektare sawah dan menyediakan air baku 10,6 meter kubik per detik. Di sisi lain, sebagian lahan pertanian masih menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau.

Persoalannya tidak semata terletak pada keberadaan bendungan, melainkan pada sistem pengelolaan air secara menyeluruh. Infrastruktur sebesar apa pun tidak akan memberikan manfaat optimal apabila jaringan irigasi belum selesai, saluran distribusi rusak, atau tata kelola air belum berjalan efektif.

Karena itu, ukuran keberhasilan Bendungan Karian seharusnya tidak hanya dilihat dari kapasitas tampungan maupun besarnya investasi pembangunan. Indikator yang lebih penting adalah berapa luas sawah yang benar-benar memperoleh pasokan air, berapa petani yang terbantu, dan sejauh mana produktivitas pertanian meningkat.

Baca Juga:

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual

Publik juga membutuhkan data yang terbuka mengenai capaian layanan bendungan. Berapa hektare sawah yang telah terairi? Berapa jaringan irigasi yang masih belum tersambung? Berapa luas lahan yang tetap bergantung pada curah hujan? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut penting agar evaluasi pembangunan dilakukan berdasarkan fakta, bukan asumsi.

- Advertisement -
Ad image

Perlu dipahami pula bahwa Bendungan Karian bukan satu-satunya solusi atas persoalan kekeringan di Kabupaten Lebak. Tidak semua kawasan pertanian berada dalam wilayah layanan bendungan. Banyak lahan masih mengandalkan hujan, mata air, embung, maupun irigasi desa.

Karena itu, pembangunan bendungan harus diiringi penguatan infrastruktur pendukung, seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur air, irigasi perpompaan, hingga konservasi daerah tangkapan air. Infrastruktur berskala kecil sering kali justru memberikan dampak langsung bagi petani.

Aspek ekologis juga tidak boleh diabaikan. Bendungan hanya berfungsi menampung air yang berasal dari alam. Jika kawasan hulu mengalami kerusakan, tutupan hutan berkurang, dan daerah resapan terus menyusut, maka ketersediaan air akan semakin terancam. Konservasi Sungai Ciberang beserta kawasan tangkapan airnya menjadi bagian penting agar Bendungan Karian tetap mampu menjalankan fungsinya dalam jangka panjang.

- Advertisement -
Ad image

Selain itu, masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan juga perlu memperoleh manfaat berkelanjutan. Mereka tidak cukup hanya menerima kompensasi atau relokasi. Kesempatan ekonomi melalui sektor perikanan, pariwisata, maupun aktivitas produktif lainnya harus menjadi bagian dari pembangunan kawasan.

Pada akhirnya, evaluasi terhadap Bendungan Karian perlu dilakukan secara terbuka. Pemerintah perlu menjawab apakah target irigasi telah tercapai, apakah kekeringan lahan pertanian berkurang, serta apakah masyarakat sekitar benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan bendungan tersebut.

Baca Juga:

Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah
Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang
Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Bendungan Karian tetap memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari besarnya bangunan atau kapasitas tampungan. Manfaat sesungguhnya baru dapat dinilai ketika air mengalir hingga ke sawah, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut bertambah.

Pada akhirnya, pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi apakah Bendungan Karian bermanfaat, melainkan bagaimana memastikan seluruh sistem pengelolaan air bekerja secara efektif sehingga keberadaan bendungan benar-benar mampu menjawab persoalan kekeringan yang masih dihadapi masyarakat. (*)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Hadiri Promosi Doktor Ratna Dewi, Wagub Banten: Ilmuwan Harus Terus Berinovasi
Selanjutnya Anggota DPRD Lebak Dorong Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas SD Ditambah
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com