Kobarnews.id, LEBAK – Keraton UMKM Lebak Ruhay di Rangkasbitung diharapkan menjadi etalase produk khas Kabupaten Lebak sekaligus membuka pasar lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Ketua Lebak Ekonomi Kreatif (Leekraf) Kabupaten Lebak, Andhy Yuliandi, menyambut positif keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dalam Keraton UMKM Lebak Ruhay. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki potensi besar karena berada di kawasan strategis dan mudah diakses masyarakat dari berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Andhy saat menanggapi persiapan soft launching Keraton UMKM Lebak Ruhay dalam rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Lebak, Rahmat, Kamis (20/8/2026).
“Alhamdulillah, Leekraf dilibatkan. Kemarin dari Leekraf masuk lima untuk mengisi kios, yang lain menyusul,” ujar Andhy.
Menurut Andhy, posisi Keraton UMKM yang berada di depan atau seberang Stasiun Rangkasbitung menjadi salah satu keunggulan. Akses transportasi kereta api yang semakin nyaman dan terjangkau dinilai dapat memperluas pasar produk lokal Lebak.
“Tempatnya lumayan strategis, depan atau seberang stasiun. Semoga menjadi pilihan pengunjung dan wisatawan ke Lebak untuk mendapatkan produk khas Lebak,” katanya.
Dia menjelaskan, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang mengikuti Keraton UMKM tidak dikenakan biaya. Saat ini, lima pelaku usaha dari Leekraf telah masuk, sementara pelaku lainnya masih berpeluang menyusul.
Keterlibatan pelaku UMKM tersebut dikoordinasikan Pemkab Lebak melalui Dinas Koperasi dan UKM. Sementara itu, lokasi Keraton UMKM merupakan tempat milik Salim, pemilik Kharisma.
Launching Keraton UMKM Lebak Ruhay dijadwalkan berlangsung pada 21-25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan pameran dalam rangka HUT Koperasi di kawasan Alun-alun Rangkasbitung.
Andhy menilai perkembangan akses transportasi, khususnya kereta api, memberikan peluang baru bagi UMKM Lebak. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi membuat pasar produk lokal tidak lagi hanya bergantung pada konsumen dari Kabupaten Lebak.
“Semenjak akses Commuter begitu nyaman dan murah serta arus kebalikan arah penumpang, pasarnya bukan hanya Lebak lagi, tapi begitu luas hingga Jabodetabek,” ujarnya.
Dia mencontohkan Warung OYO yang dinilai mendapat respons positif dari konsumen. Promosi dari blogger juga disebut turut memperkenalkan produk tersebut hingga pembelinya banyak berasal dari wilayah Jabodetabek, terutama Tangerang Raya.
“Kedatangan blogger dan sangat laku. Kebanyakan pembelinya dari Jabodetabek, terutama Tangerang Raya,” kata Andhy.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan produk lokal Lebak memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas apabila dikemas, dipromosikan, dan ditempatkan di lokasi yang tepat.
Andhy berharap Pemkab Lebak tidak hanya menjadikan Keraton UMKM sebagai tempat berjualan, tetapi juga bagian dari strategi membangun karakter Kota Rangkasbitung.
“Pemda Lebak harus membuat Kota Rangkasbitung berkarakter. Jika belum mampu, maka cukup tempat yang berkarakter,” katanya.
Dia menilai konsep kota kreatif dan berkarakter relevan dikembangkan di Rangkasbitung. Salah satunya melalui pengembangan city tour dengan menyiapkan sejumlah titik yang dapat menjadi destinasi wisata kota.
Pengembangan tersebut, lanjut Andhy, perlu dibarengi penataan Kota Rangkasbitung sebagai pusat aktivitas Kabupaten Lebak.
Konsep kota kreatif dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan UMKM, ekonomi kreatif, wisata, kuliner, seni, dan budaya lokal. Keraton UMKM dinilai dapat menjadi salah satu simpul yang menghubungkan berbagai potensi tersebut.
“Konsep kota kreatif berkarakter sangatlah cocok, salah satunya pengembangan city tour dengan menyiapkan spot-spot destinasi wisata kota,” ujarnya.
Andhy berharap Keraton UMKM Lebak Ruhay dapat berkembang menjadi pusat promosi dan pemasaran produk lokal yang berkelanjutan. Dengan lokasi strategis dan pasar yang semakin terbuka, keberadaan Keraton UMKM diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan identitas Lebak kepada wisatawan dari luar daerah. (Red/Dian)




