Kobarnews.id, SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memiliki kesamaan persepsi dan semangat dalam mendukung program prioritas pembangunan daerah. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si. Menurutnya, seluruh program prioritas pemerintah dirancang untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Ormas dan seluruh elemen masyarakat perlu memahami program prioritas Pemerintah Provinsi Banten beserta tujuan akhirnya. Seluruh unsur di Banten harus menjadi satu kesatuan dalam mendukung pelaksanaan program prioritas dan program unggulan Pemprov Banten,” kata Novriyadi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, masukan dan perbedaan pandangan terhadap teknis pelaksanaan program merupakan hal yang wajar serta menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.
“Dalam pelaksanaannya mungkin masih terdapat beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki. Hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Program pemerintah pada prinsipnya memiliki tujuan yang baik. Karena itu, yang perlu terus kita bangun adalah kesamaan persepsi, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 374 ormas yang tercatat di Kesbangpol Provinsi Banten. Organisasi tersebut bergerak dalam berbagai bidang dan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Selain itu, masih terdapat sejumlah organisasi yang belum tercatat secara administratif.
“Ormas yang telah tercatat di Kesbangpol Provinsi Banten berjumlah 374 organisasi. Mereka memiliki latar belakang dan bidang kegiatan yang beragam. Keberagaman ini merupakan kekuatan besar apabila dapat disatukan dalam semangat membangun Banten,” tutur Ketua Pengprov Pelti Banten ini.
Menurut Novriyadi, forum bersama ormas diperlukan sebagai sarana konsolidasi, peningkatan kapasitas, serta penyamaan persepsi mengenai arah pembangunan dan pentingnya menjaga stabilitas daerah.
“Pembangunan Provinsi Banten merupakan tanggung jawab kita bersama. Menjaga stabilitas daerah juga menjadi tugas bersama. Mewujudkan Banten Maju, Adil, Merata, dan Tidak Korupsi membutuhkan partisipasi serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Jambore Ormas Libatkan Mahasiswa
Dalam waktu dekat, Kesbangpol Provinsi Banten akan mengagendakan kegiatan Jambore Ormas yang melibatkan organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Jambore Ormas diharapkan menjadi ruang dialog, konsolidasi, peningkatan kapasitas, dan penyampaian gagasan konstruktif untuk mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas Provinsi Banten. Dalam kegiatan tersebut, Kesbangpol juga berencana menghadirkan narasumber dari salah satu direktorat di Kementerian Dalam Negeri.
“Selain ormas, kami ingin melibatkan rekan-rekan mahasiswa, termasuk unsur badan eksekutif mahasiswa. Kami ingin membangun kerja bersama sekaligus membuka ruang bagi penyampaian ide, masukan, dan gagasan konstruktif dari ormas maupun mahasiswa untuk kemajuan Banten,” ujarnya.
Novriyadi menegaskan, Jambore Ormas tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Forum tersebut harus menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti melalui program nyata serta memberikan dampak bagi masyarakat.
“Setiap kegiatan yang kita laksanakan harus dipastikan memberikan dampak bagi kemaslahatan masyarakat. Jangan sampai kegiatan hanya selesai secara administratif dan menjadi dokumentasi, tetapi tidak menghasilkan manfaat. Pelaksanaannya harus berkualitas dan hasilnya harus dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Konsep Jambore Ormas Sedang Dimatangkan
Terkait pelaksanaan Jambore Ormas, Novriyadi mengatakan pihaknya sedang mematangkan konsep kegiatan bersama sejumlah pihak. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari satu malam.
“Kami sedang membahas dan mematangkan bentuk kegiatan agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Konsep dua hari satu malam akan disusun secara efektif agar hasilnya maksimal serta memberikan manfaat bagi peserta dan pembangunan daerah,” jelasnya.
Untuk lokasi pelaksanaan, hingga saat ini belum ditetapkan secara final. Namun, Novriyadi memastikan Jambore Ormas akan diselenggarakan di wilayah Provinsi Banten.
“Lokasinya masih dalam tahap penentuan. Sudah ada beberapa pilihan, tetapi yang pasti kegiatan akan dilaksanakan di wilayah Provinsi Banten,” pungkasnya. (Red/Haris)




