Kobarnews.id, LEBAK – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).
Saidi yang merupakan Jaro Tanggungan 12 Baduy meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB dalam usia sekitar 75 tahun.
Kabar meninggalnya Saidi Putra kemudian disampaikan kepada Gubernur Banten Andra Soni.
Andra menugaskan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Rohaendi, untuk melayat sekaligus menghadiri prosesi pemakaman.
Pemakaman Saidi berlangsung di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tokoh masyarakat Baduy tersebut. Ia juga menitipkan salam duka kepada keluarga dan seluruh masyarakat Baduy.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Kokolot Baduy Saidi Putra. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga serta masyarakat Baduy diberikan ketabahan,” ujar Gubernur Andra yang disampaikan langsung oleh Rohaendi Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Provinsi Banten dihadapan keluarga almarhum dan Para Baris Kolot Baduy di rumah duka, Jum’at (4/9/2026).

Rohaendi tiba di rumah duka sebagai utusan Gubernur Banten dan kedatangannya diterima Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom.
Ia kemudian menyampaikan secara langsung pesan belasungkawa dari Gubernur Banten kepada keluarga almarhum dan masyarakat Baduy.
Jaro Oom menyampaikan terima kasih kepada Andra Soni atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Baduy.
“Atas nama keluarga almarhum dan masyarakat Baduy, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Banten,” ujar Jaro Oom singkat.

Rohaendi mengatakan, dirinya ditugaskan langsung oleh Andra Soni karena Gubernur Banten tengah menjalankan agenda kedinasan.
“Karena Pak Gubernur sedang ada kegiatan tugas, saya diinstruksikan oleh Pak Gubernur untuk bisa datang langsung ke rumah duka. Ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Banten kepada masyarakat adat Baduy, khususnya almarhum Jaro Saidi sebagai tokoh adat,” kata Rohaendi.
Dalam kesempatan tersebut, Rohaendi juga menyerahkan bantuan uang duka kepada keluarga almarhum.
Salah seorang anak almarhum, Rojak, turut menyampaikan terima kasih kepada Andra Soni yang akrab disapa Bapak Gede oleh masyarakat Baduy.
Menurut Rojak, perhatian dan ucapan belasungkawa dari Gubernur Banten menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga almarhum dan masyarakat Baduy.
Ucapan duka tersebut disampaikan melalui Kabid Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten yang hadir mewakili Gubernur Banten di rumah duka.
Pada kesempatan itu, perwakilan Pemprov Banten juga diperkenankan mengikuti proses pemakaman bersama para Baris Kolot Baduy hingga selesai sekitar pukul 19.00 WIB.
Prosesi pemakaman dihadiri sekitar 400 warga Baduy, termasuk para Baris Kolot. Kehadiran ratusan warga tersebut berkaitan dengan posisi almarhum dalam lembaga adat sebagai Jaro Tanggungan 12 Baduy.
Namun, awak media tidak diperbolehkan mengambil gambar selama proses pemakaman berlangsung. (Red/Dian)




