Kobarnews.id, SERANG – Minggu pagi di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, bukan cuma soal olahraga. Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan untuk lari pagi, jalan santai, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.
Di tengah aktivitas tersebut, sejumlah pedagang lokal turut meramaikan kawasan stadion. Beragam makanan dan minuman dijajakan untuk warga yang selesai berolahraga maupun pengunjung yang sekadar ingin menikmati suasana.
Stadion Maulana Yusuf memang menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk beraktivitas. Tak hanya pada pagi hari, kawasan ini juga ramai digunakan masyarakat pada sore hari untuk berolahraga dan bersantai.
Bagi pedagang, ramainya warga pada akhir pekan menjadi peluang untuk menambah penghasilan. Salah satunya Refi, penjual ketupat sayur khas Padang.
Refi mengaku berjualan di sekitar stadion setiap Minggu. Aktivitasnya dimulai sejak pukul 05.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.
“Hanya hari Minggu aja Pak saya jualan di sini. Omzetnya lumayan walaupun waktunya cuma sebentar,” kata Refi.
Menurutnya, banyaknya warga yang berolahraga menjadi peluang tersendiri bagi pedagang makanan.
Sementara itu, Iwan, warga Ciceri, mengaku rutin datang ke Stadion Maulana Yusuf setiap akhir pekan. Selain berolahraga, dia juga menikmati berbagai jajanan yang tersedia di sekitar stadion.
“Kalau saya paling hari Minggu aja datang ke sini. Selain olahraga, saya juga bisa menikmati jajanan yang beragam tanpa harus keluar area stadion,” ujarnya.
Aktivitas warga dan pedagang tersebut membuat kawasan stadion semakin hidup. Warga mendapatkan ruang untuk berolahraga dan menikmati kuliner, sedangkan pedagang memperoleh kesempatan mengais rezeki.
Meski begitu, ada persoalan yang perlu diperhatikan, yakni penataan kawasan. Jalur kendaraan, pejalan kaki, hingga area parkir masih perlu ditata agar aktivitas warga dan pedagang tidak saling mengganggu.
Pedagang yang berjualan di sekitar kawasan serta lalu lintas kendaraan yang bercampur dengan aktivitas pejalan kaki terkadang membuat kondisi terlihat kurang tertib. Jika tidak ditata dengan baik, situasi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Penataan zona pedagang, parkir, jalur pejalan kaki, dan akses kendaraan menjadi penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi keamanan.
Dengan penataan yang lebih baik, Stadion Maulana Yusuf berpotensi bukan hanya menjadi pusat aktivitas olahraga, tetapi juga ruang publik yang mampu menggerakkan ekonomi warga.
Minggu pagi di stadion pun menjadi gambaran kecil bagaimana olahraga dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan beriringan. Warga berolahraga, pedagang mendapatkan rezeki, dan kawasan menjadi lebih hidup.
Tantangannya tinggal bagaimana keramaian tersebut bisa dikelola secara tertib. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pedagang, Stadion Maulana Yusuf diharapkan tetap menjadi ruang publik yang ramai, nyaman, aman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga Kota Serang. (Red/Oyo)




