kobarnews.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKesehatanNewsViral

Miris! Kematian Bayi di Lebak Tembus 149 Kasus, Kematian Ibu 15 Kasus

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
25 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lebak, dr. Firman Rahmatullah.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Angka kematian bayi di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang 2026 mencapai 149 kasus. Sementara, angka kematian ibu tercatat sebanyak 15 kasus. Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak untuk memperkuat pengawasan ibu hamil hingga proses persalinan.

Dinkes Lebak mengerahkan sumber daya kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Pengawasan terhadap ibu hamil di setiap wilayah juga diperketat guna mengantisipasi risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan seluruh jajaran puskesmas dan rumah sakit telah diinstruksikan meningkatkan pengawasan serta melakukan upaya penyelamatan terhadap ibu hamil.

“Dinkes telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di puskesmas maupun rumah sakit untuk melakukan pengawasan dan penyelamatan ibu hamil yang ada di masing-masing wilayah. Hal tersebut untuk menekan AKI dan AKB yang terjadi pada saat melahirkan. Karena itu, semua SDM yang ada kita kerahkan,” kata Endang.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, persoalan kematian ibu selama kehamilan maupun persalinan membutuhkan penanganan serius. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu langkah penting agar potensi komplikasi dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.

Baca Juga:

PUB Serahkan 70 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Adat Baduy
200 Becak Listrik Bantuan Prabowo Tiba di Lebak, Pengemudi Lansia Segera Kebagian
NasDem Lebak Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029
12 Desa di Lebak Bakal Gelar Pilkades Serentak Desember 2027

Selain memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan, Dinkes Lebak juga menjalin kemitraan dengan paraji atau dukun beranak di desa. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pendampingan ibu hamil dan memastikan persalinan mendapatkan penanganan tenaga kesehatan yang kompeten.

Endang menegaskan, seluruh pelayanan kesehatan ibu dan anak harus berjalan optimal sesuai standar yang berlaku. Pengerahan tenaga kesehatan di berbagai wilayah diharapkan dapat mendukung upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak.

Pemeriksaan Kehamilan Ditingkatkan

Baca Juga:

4.923 Balita di Lebak Alami Stunting, DPRD Desak Pemkab Serius Tangani
Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral
Pabrik Sepatu Korea di Lebak Tutup Permanen, 1.100 Karyawan Kena PHK
Bapenda Lebak Gelar Operasi Penagihan Pajak Serentak, Fokus 6 Jenis Pajak

Di sisi lain, Dinkes Lebak meningkatkan kualitas pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mendeteksi risiko kesehatan ibu dan janin sejak dini.

- Advertisement -
Ad image

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lebak, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan pemeriksaan kehamilan yang sebelumnya minimal empat kali kini ditingkatkan menjadi sekurang-kurangnya enam kali. Pemeriksaan juga harus melibatkan dokter dan mencakup ultrasonografi (USG) sesuai standar pelayanan.

“Kita meningkatkan kualitas antenatal care, pemeriksaan ibu pada masa kehamilan. Kalau dulu wajibnya minimal empat kali, sekarang menjadi enam kali dan wajib diperiksa dokter serta di-USG,” ujar Firman kepada media, Jumat (23/10/2026).

Tak hanya pemeriksaan rutin, upaya pencegahan juga menyasar ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Dinkes memberikan makanan tambahan (PMT) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu selama kehamilan.

- Advertisement -
Ad image

Pemberian tablet tambah darah juga terus didorong untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan janin.

“Pencegahan ibu hamil KEK dilakukan dengan pemberian PMT ibu hamil, serta pemberian tablet tambah darah agar bayi yang dikandungnya sehat dan tidak lahir stunting,” kata Firman.

Baca Juga:

Prihatin Jalan Berlubang di Cisata Pandeglang, Golkar dan Warga Bakal Gelar Aksi Tambal Jalan
Truk Terguling di Tanjakan Batu Cikulur Lebak, Belum Dievakuasi
Dump Truck Diduga Rem Blong Terjun ke Jurang di Lebak, Sopir Patah Hidung
Kejurnas Catur 2026 Digelar di Banten, Diikuti 963 Peserta dari 32 Provinsi

Dengan angka kematian bayi mencapai 149 kasus dan kematian ibu sebanyak 15 kasus sepanjang 2026, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah.

Pengawasan kehamilan, deteksi dini risiko, kesiapan fasilitas kesehatan, hingga penanganan persalinan sesuai standar perlu terus diperkuat agar risiko kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak dapat ditekan. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya PUB Serahkan 70 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Adat Baduy
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla

Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan

Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Daerah Hukum

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan

Daerah Pendidikan

USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Budaya Daerah

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah

Budaya Daerah

Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com