kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsSosialViral

Miris, Lima Tahun Warga Pabuaran Pandeglang Hidup di Gubuk Reyot

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
23 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Miris, Gubuk reyot yang menjadi tempat tinggal Kartoni bersama keluarga di Kp. Pabuaran Pandeglang Selama 5 tahun.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Miris benar nasib keluarga Asmah dan Kartoni di Kampung Pabuaran, Kelurahan Babakan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selama lima tahun, pasangan suami istri itu bersama kelima anaknya terpaksa bertahan di sebuah gubuk reyot berukuran sekitar 3 x 4 meter.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru membuat mereka terus dihantui rasa cemas. Bangunannya sudah miring dan hanya ditopang sejumlah batang bambu agar tidak roboh.

Atap rumah juga bocor di berbagai sisi. Saat hujan deras disertai angin kencang menerjang, keluarga ini hanya bisa waswas.

- Advertisement -
Ad image

“Takut kehujanan, rumah pada bocor,” ujar Asmah kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Meski kondisi rumah kian mengkhawatirkan, Asmah mengaku tetap memilih bertahan. Ia tak ingin merepotkan orang lain dengan mengungsi.

Di dalam rumah sempit itu, Asmah, Kartoni dan kelima anak mereka tidur serta menjalani aktivitas sehari-hari bersama. Tak ada sekat kamar maupun fasilitas sanitasi yang memadai.

Kondisi bagian dalam rumah pun tak kalah memprihatinkan. Pakaian dan berbagai perabot ditumpuk seadanya karena mereka tak memiliki lemari yang layak.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Tiga Kali Ajukan Bantuan, Tak Kunjung Ada Perbaikan

- Advertisement -
Ad image

Asmah mengatakan keluarganya bukan tidak berusaha. Mereka bahkan sudah tiga kali mengajukan bantuan perbaikan rumah kepada pihak berwenang.

Namun, hingga kini, rumah tersebut belum juga mendapat perbaikan.

“Sudah mengajukan tiga kali, foto-foto doang paling, minta KK sama KTP,” keluh Asmah.

- Advertisement -
Ad image

Bantuan yang pernah diterima keluarga tersebut pun hanya berupa beras. Sementara bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) belum pernah mereka rasakan.

Kondisi ekonomi keluarga semakin berat karena penghasilan Kartoni sebagai buruh tani harian lepas tak menentu.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Ia bekerja di kebun milik warga sekitar dengan upah hanya sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per hari.

Uang tersebut nyaris seluruhnya habis untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga.

“Ya kerja di kebun, uangnya habis saja buat beli beras, jajan anak,” kata Kartoni.

Dengan penghasilan pas-pasan, memperbaiki rumah secara mandiri tentu bukan perkara mudah.

Air Bersih Pun Sulit

Penderitaan keluarga ini bukan hanya soal tempat tinggal. Untuk mendapatkan air bersih saja, mereka masih harus bergantung kepada sumur milik warga.

Air yang digunakan pun terkadang keruh, terutama ketika musim kemarau.

Di tengah segala keterbatasan tersebut, Asmah dan Kartoni hanya berharap ada perhatian dari pemerintah.

Mereka ingin memiliki rumah sederhana yang aman dan layak bagi kelima anaknya.

Harapannya tak muluk-muluk. Mereka hanya ingin bisa tidur dengan tenang tanpa terus dibayangi kekhawatiran rumah roboh setiap kali hujan dan angin kencang datang. (Riyan)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Pameran Harkop Harnas UMKM Lebak Mulai Ramai, Stand Pakaian Jadi Magnet Pengunjung
Selanjutnya Kawasan Puspemkab Serang Minim Rambu, Pengunjung Kesulitan Cari Kantor OPD
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com