Kobarnews.id, LEBAK – Pameran Harkop Harnas UMKM 2026 Kabupaten Lebak dinilai tepat digelar di kawasan Alun-alun Rangkasbitung. Namun, pengelolaan event dan fasilitas pendukung dinilai masih perlu diperkuat.
Pameran yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 itu dinilai memiliki lokasi strategis karena Alun-alun Rangkasbitung merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, olahraga hingga berbagai kegiatan publik.
Andhy Yuliandi dari ArenKula Nusantara sekaligus Ketua Leekraf Lebak menilai pemilihan lokasi tersebut memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM karena mudah dijangkau dan berada di titik keramaian masyarakat.
“Alun-alun Kota Rangkasbitung adalah tempat paling strategis untuk segala aktivitas ekonomi, olahraga, termasuk pameran perayaan Harkop 2026 ini,” kata Andhy Yuliandi, Minggu (24/8/2026).
Menurutnya, penataan stan dalam pameran juga sudah cukup rapi dengan beragam produk UKM. Kehadiran pedagang durian dari sejumlah wilayah, seperti Gunung Kencana, Baduy dan Cisimeut, dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
Terlebih, masyarakat saat ini tengah memasuki momentum panen raya durian. Kehadiran pedagang durian di arena pameran dinilai dapat membantu memperluas pemasaran produk lokal.
“Di tengah panen raya duren, cukup membantu pemasaran duren,” ujarnya.
Toilet Jadi Perhatian
Meski menilai lokasi pameran strategis, Andhy menyebut fasilitas toilet masih menjadi salah satu kendala dalam penyelenggaraan event di kawasan Alun-alun Rangkasbitung.
Menurutnya, persoalan tersebut mulai mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Lebak. Pemkab disebut telah membangun toilet umum di dalam kawasan alun-alun untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
“Untuk fasilitas toilet memang kendala tiap penyelenggaraan event di alun-alun Lebak. Untuk itu Pemda Lebak atas inisiatif Bupati Lebak merespons cepat dengan membangun toilet umum di dalam alun-alun,” katanya.
Menurut Andhy, fasilitas dasar seperti toilet penting disiapkan karena kegiatan di alun-alun dapat melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Ketersediaan fasilitas tersebut juga berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung.
Event di Alun-alun Perlu Dikurasi
Andhy juga menilai perlu ada kurasi terhadap berbagai kegiatan yang akan digelar di Alun-alun Rangkasbitung ke depan.
Menurutnya, alun-alun sebaiknya diprioritaskan untuk event yang memiliki tema kuat dan berkaitan dengan karakter serta potensi daerah.
Ia mencontohkan Seba Baduy, Harkop, HUT Kabupaten Lebak dan Festival Seni Multatuli sebagai kegiatan tematik yang dinilai layak digelar di kawasan tersebut.
“Ke depannya perlunya kita mengkurasi tiap event yang ada. Sebaiknya yang di alun-alun ini pameran bertema tematik saja, seperti salah satunya Harkop,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan yang lebih bersifat hiburan dapat disebar ke sejumlah lokasi lain, seperti Plaza Lebak dan GOR Ona.
Langkah tersebut dinilai dapat mendorong pemerataan pusat keramaian di Kabupaten Lebak sehingga tidak hanya bertumpu di Alun-alun Rangkasbitung.
“Perlunya penyebaran pusat keramaian, bukan hanya di alun-alun, tapi juga spot-spot yang lain seperti di Plaza, GOR Ona dan lainnya,” katanya.
Jadi Ruang Promosi Produk Lokal
Pameran Harkop Harnas UMKM 2026 juga menjadi ruang promosi bagi berbagai produk lokal Lebak. Berdasarkan pantauan pada Sabtu malam, suasana pameran terlihat cukup ramai.
Panggung musik live menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk datang ke lokasi. Selain produk UMKM, pedagang durian dari sejumlah wilayah Lebak turut memberikan warna tersendiri.
Momentum panen raya durian dinilai menjadi peluang bagi pedagang dan petani untuk memperluas pemasaran komoditas lokal tersebut.
Meski demikian, kawasan alun-alun dinilai tetap memiliki magnet kuat bagi masyarakat, khususnya keluarga, karena tersedia berbagai aktivitas hiburan dan permainan anak.
Karena itu, konsep dan pengelolaan setiap event dinilai perlu terus diperkuat. Kegiatan di ruang publik diharapkan tidak sekadar ramai, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.
Andhy menilai pembagian lokasi berdasarkan karakter acara dapat menjadi salah satu solusi. Alun-alun dapat difokuskan untuk kegiatan tematik yang merepresentasikan identitas dan potensi Kabupaten Lebak, sementara kegiatan hiburan dapat disebar ke lokasi publik lainnya.
Dengan pola tersebut, berbagai ruang publik di Rangkasbitung diharapkan dapat berkembang bersama dan memiliki fungsi ekonomi maupun sosial.
Pameran Harkop Harnas UMKM 2026 masih berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Beragam produk UMKM, kuliner lokal dan komoditas unggulan seperti durian diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pemasaran produk serta perekonomian masyarakat.
Keberhasilan sebuah pameran tidak hanya ditentukan oleh jumlah stan atau kemeriahan panggung hiburan. Penataan lokasi, fasilitas, kurasi acara dan kemampuan menghadirkan ruang promosi yang nyaman juga menjadi faktor penting agar event benar-benar memberi manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
Alun-alun Rangkasbitung pun diharapkan tidak sekadar menjadi pusat keramaian, tetapi juga dapat menjadi etalase potensi Kabupaten Lebak sekaligus ruang publik yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Dian)




