Kobarnews.id, LEBAK – Sebanyak 3.000 porsi Nasi Goreng Ruhay dimasak dalam acara masak besar di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (23/8/2026). Menu tersebut mengangkat bahan pangan lokal sebagai bagian dari kearifan lokal Lebak.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Harkopnas dan UMKM 2026 Kabupaten Lebak. Nasi Goreng Ruhay dibuat dengan menggunakan honje serta kotok bongkok atau kelewuk. Gula aren juga digunakan sebagai pemanis untuk menggantikan kecap.
Ketua Leekraf Lebak, Andhy Yuliandi, mengatakan penggunaan bahan lokal bukan hanya untuk menciptakan cita rasa berbeda, tetap
i juga mengenalkan potensi pangan dan identitas daerah.
“Kita mencoba mengangkat bahan-bahan lokal yang selama ini ada di sekitar masyarakat. Honje dan kotok bongkok atau kelewuk kita jadikan bagian dari Nasi Goreng Ruhay agar kearifan lokal ini bisa dikenal lebih luas,” ujar Andhy.
Menurutnya, pengolahan bahan pangan lokal menjadi sajian kreatif dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“Ini bukan hanya soal memasak 3.000 porsi nasi goreng, tetapi bagaimana bahan lokal kita bisa mempunyai nilai tambah dan menjadi bagian dari ekonomi kreatif,” katanya.
Sementara itu, Andi dari ArenKula Nusantara mengatakan kegiatan tersebut berawal dari gagasan Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa.
Gagasan itu muncul agar peringatan Harkopnas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak terhadap pengembangan kuliner khas Lebak.
“Acara ini sebetulnya ide dari Ibu Ketua PKK Lebak, Ibu Bupati, dan Kadiskop Lebak, Pak Imam Suangsa, yang ingin perayaan Harkop mempunyai impact yang luas bagi pengembangan kuliner khas Lebak,” ujar Andi.
Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Lebak, APJI Banten, DPP APJI, APJI Milenial, pelajar jurusan tata boga, serta TP PKK Kabupaten Lebak.
APJI Milenial melibatkan siswa jurusan tata boga dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung, SMK Negeri 2 Rangkasbitung, dan SMK di Kecamatan Maja.
Menu tersebut dimasak oleh Chef Akbar bersama tim hingga mencapai 3.000 porsi. Honje dan kotok bongkok atau kelewuk menjadi bagian dari karakter rasa, sedangkan gula aren digunakan sebagai pemanis pengganti kecap.
Kegiatan Masak Besar Nasi Goreng Ruhay mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya dan UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi.”
Acara turut dihadiri Kapolres Lebak AKBP Arninsi bersama unsur pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait.
Melalui Nasi Goreng Ruhay, bahan pangan seperti honje, kotok bongkok atau kelewuk, dan gula aren diperkenalkan sebagai bagian dari identitas kuliner sekaligus potensi ekonomi kreatif Kabupaten Lebak.
Masak besar 3.000 porsi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kuliner berbasis bahan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM dan promosi kekayaan kuliner Lebak ke masyarakat yang lebih luas. (Red/Dian)




