kobarnews.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasDaerahNewsPemerintahanViral

Pengamat Soroti PAD Pandeglang yang Masih Rendah, Ungkap 3 Masalah Penghambat

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
30 September 2026
Bagikan
5 menit baca
H. Aang Kunaefi salah satu pengamat dan pemantauan pembangunan di Provinsi Banten.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya. Namun, potensi tersebut dinilai belum mampu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal.

Salah seorang pengamat pembangunan Provinsi Banten, H Aang Kunaefi, menilai ada sejumlah persoalan yang membuat pertumbuhan PAD Pandeglang berjalan lambat.

Menurut Aang, sedikitnya ada tiga persoalan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, masih adanya potensi PAD yang belum tergarap secara optimal.

“Potensi ada, tetapi tidak tercatat sebagai PAD. Retribusi wisata, parkir, galian C, sarang burung walet dan lainnya harus ditertibkan agar masuk ke kas daerah,” kata Aang kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Persoalan kedua, menurut dia, berkaitan dengan struktur belanja APBD. Belanja rutin yang besar dinilai dapat membatasi ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan yang produktif.

Baca Juga:

Polda Banten Bongkar Dugaan Tambang Tanah Urug di Kasemen
Wagub Dimyati Beber Strategi Ketahanan Pangan Banten ke Peserta Sespimti Polri
Raker GMPK Banten, Bentuk Tim Kerja Pencegahan Korupsi
Metrologi Awasi Pos dan Jasa Ekspedisi, Konsumen Diminta Dapat Kepastian Layanan

Ketiga, investasi dinilai belum optimal karena persoalan perizinan dan kesiapan infrastruktur.

Aang mengatakan, Pandeglang perlu terlebih dahulu membenahi sumber-sumber PAD yang sudah ada. Salah satunya melalui digitalisasi pajak dan retribusi.

“Semua hotel, restoran, parkir dan pasar bisa menggunakan sistem elektronik sehingga penerimaan lebih mudah dipantau,” ujarnya.

Baca Juga:

Pemprov Banten Gandeng PTPN IV Buka Lapangan Kerja, Warga Lokal Diprioritaskan
Kantor Pengadilan Tinggi Agama Banten di Serang Terbakar, 4 Ruangan Lantai 2 Dilalap Api
Bupati Lebak Minta PGRI Jadi Mitra Strategis, Kawal Kebijakan Pendidikan
Proyek Trotoar dan Drainase Sunan Kalijaga Baru 24 Persen, Rp4,68 Miliar Ditarget Rampung Desember

Dia juga mendorong pemerintah daerah melakukan audit terhadap aset milik Pemkab Pandeglang. Menurutnya, tanah maupun bangunan daerah yang dimanfaatkan pihak ketiga harus dipastikan memberikan kontribusi kepada daerah.

- Advertisement -
Ad image

Selain itu, potensi wisata dan aktivitas ekonomi yang belum tertib juga perlu ditata. Aang mencontohkan kawasan wisata yang memiliki potensi besar, tetapi pengelolaan tiket maupun retribusinya belum optimal.

Kembangkan Potensi Lokal

Aang menilai Pandeglang tidak perlu mengikuti pola pembangunan daerah seperti Cilegon dan Tangerang yang memiliki basis industri kuat. Menurut dia, Pandeglang justru perlu fokus mengembangkan sektor yang menjadi keunggulannya.

- Advertisement -
Ad image

“Pandeglang tidak bisa bersaing di sektor industri dengan Cilegon atau Tangerang. Kekuatan Pandeglang ada pada pariwisata, pertanian dan ekonomi pesisir,” katanya.

Di sektor pariwisata, dia mendorong pengembangan desa wisata agar tidak hanya mengandalkan kawasan Tanjung Lesung.

Baca Juga:

Pejabat Samsat Cilegon Diduga Tinggalkan Kantor Sebelum Jam Kerja Usai
Musim Hujan Mundur, Banten Siapkan Rekayasa Cuaca
Kemenag Lebak Ingatkan PNS Cek Data Simpeg5: “Simpegmu adalah Nasibmu”
Limbah Triplek di Pabrik Ciginggang Lebak Terbakar, 2 Mobil Damkar Dikerahkan

Menurut Aang, pemerintah daerah dapat memilih sejumlah desa sebagai desa wisata unggulan dengan konsep yang berbeda-beda. Pengembangan tersebut juga dapat melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Misalnya desa wisata dengan potensi durian atau desa pesisir yang mengembangkan homestay dan wisata nelayan. PAD bisa diperoleh dari aktivitas ekonomi yang berkembang, sementara BUMDes mendapatkan bagi hasil,” ujarnya.

Di sektor pertanian, Aang mendorong agar Pandeglang tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah.

Pandeglang yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras di Banten, kata dia, perlu mengembangkan industri pengolahan dan branding produk beras daerah.

“Jangan hanya menjual gabah mentah. Bisa dibangun rice milling dan dikembangkan branding beras Pandeglang sehingga nilai tambahnya tetap berada di daerah,” katanya.

Sementara di sektor kelautan, pengembangan kawasan pesisir seperti Ujung Kulon, Panimbang dan Labuan dinilai perlu diarahkan pada penguatan rantai ekonomi perikanan.

Salah satunya melalui pengembangan tempat pelelangan ikan modern dan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

“Dengan begitu hasil tangkapan nelayan tidak langsung dibawa ke luar daerah dengan harga murah,” ujarnya.

Perizinan Investasi Harus Dipermudah

Aang juga mendorong Pemkab Pandeglang memperbaiki iklim investasi. Menurutnya, pelayanan perizinan harus dibuat sederhana, cepat dan terintegrasi.

Dia mengusulkan penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan layanan perizinan yang benar-benar dapat diselesaikan secara cepat dan tidak berbelit.

Selain itu, pemerintah daerah dapat memberikan insentif bagi investor yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Investor yang menggunakan tenaga kerja lokal Pandeglang dalam jumlah besar dapat diberikan insentif tertentu sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Aang juga mengingatkan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan pada akses yang menunjang kegiatan ekonomi.

“Perbaiki jalan akses wisata dan pertanian terlebih dahulu sebelum membangun gedung baru,” katanya.

Menurut Aang, transparansi APBD juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah kebocoran penerimaan daerah.

“Kalau warga bisa melihat di website, tahun ini PAD targetnya berapa, realisasinya berapa dan digunakan untuk apa, maka kontrol sosial berjalan. Kebocoran juga bisa ditekan,” pungkasnya.

Sementara pihak Pemkab Pandeglang baik Sekda maupun pihak terkait belum bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut. (Red/Fidz)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya PWI Banten-Kejati Perkuat Sinergi, Bahas Keterbukaan Informasi
Selanjutnya Dishub Lebak Tetapkan Tarif Parkir Resmi di Alun-alun Rangkasbitung
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Kapolsek Malingping Cek Dapur MBG, Ingatkan Pekerja Jaga Kamtibmas

Dandim Pandeglang Pimpin Upacara Penerimaan 10 Personel Baru

Subdenpom Pandeglang Perkuat Sinergi Dengan PUPR

Bukan Sekadar HUT Banten, Pekan Kebudayaan Jadi Panggung Baru Seni Tradisi

Strategi Pemprov Banten 2027 Tekan Kemiskinan, Fokus SDM Unggul dan Infrastruktur

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Remaja 16 Tahun di Pandeglang Hilang, Naik Scoopy Merah

Daerah Ekbis

Glamping di Pinggir Sungai Jadi Primadona Curug Goong Pandeglang

Daerah Pemerintahan

Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik, Dimyati Targetkan Level Adaptif

Daerah Hukum

Siswa SMPN 1 Rangkasbitung Belajar Tertib Lalu Lintas di Satpas Polres Lebak

Daerah News

Pohon Tumbang Tutup Jalan Rangkasbitung-Pandeglang, Lalu Lintas Macet

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com