Kobarnews.id, PANDEGLANG – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung di Lapangan Fakultas Teknik UNMA itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 UNMA.
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti seluruh sivitas akademika, mulai jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan. Para peserta mengenakan pakaian nusantara dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.Rektor UNMA, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., mengatakan momentum kemerdekaan harus menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk terus berkembang dan berbenah.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi kekuatan untuk terus bergerak dan memperbaiki diri. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Andriansyah.

Berbarengan dengan peringatan HUT RI, UNMA tahun ini memasuki usia ke-25. Menurut Andriansyah, seperempat abad perjalanan UNMA menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas pendidikan.
Saat ini, dua program studi UNMA, yakni Pendidikan Matematika dan Ilmu Pemerintahan, telah meraih akreditasi Unggul. Sejumlah program studi lainnya juga terus melakukan penguatan kualitas akademik.
UNMA turut membuka Program Magister Pedagogi dan menyiapkan pengembangan sejumlah program magister lainnya sebagai bagian dari perluasan layanan pendidikan tinggi.
“Pencapaian ini patut disyukuri, tetapi bukan titik akhir. Kampus harus terus tumbuh, program studi harus berkembang, dan lulusan harus semakin siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Andriansyah mengatakan perjalanan UNMA juga tercermin dari kiprah para alumninya. Lulusan UNMA kini berkarier di berbagai bidang, mulai pendidikan, pemerintahan, hukum, ekonomi, hingga sektor lainnya. Sejumlah alumni juga disebut telah mengambil peran di tingkat nasional.
“Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari gedung atau jumlah mahasiswa, tetapi juga dari sejauh mana alumninya memberi manfaat dan mengambil peran di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UNMA, Nur Aziz Hakim, S.E., M.M., M.Kn., mengatakan peringatan HUT RI dan Dies Natalis menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan keluarga besar UNMA.
“UNMA tumbuh karena kerja bersama. Ada pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unsur kampus yang menjalankan perannya masing-masing. Kebersamaan itu harus terus kita jaga,” ujarnya.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah perlombaan untuk mempererat kebersamaan antarwarga kampus. Di antaranya Lomba Tumpeng Antar Fakultas, Lomba Memasukkan Paku ke Botol dengan Media Kaca Cermin, Lomba Catur, dan Lomba Tenis Meja.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Dies Natalis ke-25 menjadi momentum ganda bagi UNMA. Di satu sisi, kampus memperingati perjalanan Indonesia selama 81 tahun sebagai bangsa yang merdeka. Di sisi lain, UNMA menandai seperempat abad kiprahnya di dunia pendidikan.
Memasuki usia 25 tahun, UNMA masih menghadapi sejumlah pekerjaan, mulai penguatan mutu akademik, pengembangan program studi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan kontribusi kepada masyarakat.
Bagi keluarga besar UNMA, peringatan 17 Agustus bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan ke depan masih panjang dan harus ditempuh dengan kerja, kebersamaan, serta kesungguhan. (Red)




