Kobarnews.id, LEBAK – Kabar baik bagi emak-emak di Lebak. Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak, Banten, masih adem. Dalam dua bulan terakhir, harga komoditas pangan utama ini relatif stabil.
Padahal, Lebak mulai memasuki musim kemarau panjang. Namun, kondisi tersebut belum membuat harga beras ikut melonjak.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan stabilnya harga beras ditopang pasokan yang masih melimpah.
“Secara umum harga beras di pasaran relatif stabil dan tidak terjadi gejolak kenaikan maupun kelangkaan,” ujar Yani di Lebak, Senin (17/8/2026), seperti dikutip dari Antara.
Berdasarkan hasil pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, beras medium KW 1 di tingkat pedagang eceran dibanderol sekitar Rp13.400 per kilogram.
Sementara itu, beras medium KW 2 dijual sekitar Rp12.800 per kilogram. Sedangkan beras medium KW 3 berada di kisaran Rp11.900 per kilogram.
Menurut Yani, pasokan yang aman tidak lepas dari produksi petani lokal yang masih mencukupi. Bahkan, panen di sejumlah wilayah di Lebak masih berlangsung.
Aktivitas panen tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
“Produksi beras masih melimpah sehingga tidak terdampak secara signifikan oleh musim kemarau panjang,” katanya.
Bukan hanya beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga masih relatif stabil. Harga cabai keriting berada di kisaran Rp46.800 per kilogram dan cabai rawit hijau sekitar Rp48.200 per kilogram.
Untuk minyak goreng, MinyaKita dijual sekitar Rp18.000 per kemasan. Minyak goreng tanpa merek Rp20.000 per kemasan, sedangkan minyak goreng premium Rp23.000 per kemasan.
Harga gula pasir putih tercatat sekitar Rp18.500 per kilogram. Kemudian daging sapi Rp144.300 per kilogram, daging kerbau Rp147.000 per kilogram, daging unggas Rp39.200 per kilogram, serta telur ayam sekitar Rp23.000 per kilogram.
Disperindag Kabupaten Lebak pun tidak mau kecolongan. Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun gangguan pasokan.
“Pemantauan harga bahan pokok terus kami optimalkan agar kondisi pasar tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Yani. (Dian)




