Kobarnews.id, LEBAK – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Lebak, Banten, dikeluhkan warga. Kondisi ini terjadi di antaranya di kawasan Warunggunung, Jalan Bypass Soekarno-Hatta, hingga Kampung Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung.
Sejumlah ruas tersebut merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak di Rangkasbitung. Bahkan, beberapa di antaranya berada di kawasan perkotaan.
Warga menilai minimnya penerangan mengurangi rasa aman dan nyaman saat melintas pada malam hari.
Imat, warga Warunggunung, mengatakan jumlah PJU di wilayahnya masih perlu ditambah. Meski telah tersedia PJU tenaga surya, lampu tersebut tidak selalu berfungsi.
“PJU-nya perlu ditambah. Memang ada PJU tenaga surya, tetapi kadang mati,” kata Imat kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga terkait penerangan di Jalan Bypass Soekarno-Hatta. Sejumlah titik di ruas tersebut dinilai masih membutuhkan tambahan PJU agar kondisi jalan lebih terang pada malam hari.
Hal yang sama disampaikan Yanto, warga Kampung Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung. Dia berharap pemerintah menambah titik penerangan agar masyarakat lebih aman dan nyaman saat melintas pada malam hari.
Kebutuhan PJU Capai 14.988 Titik
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak, Dudi Mulyadi, A.Ma.PKB., SE., mengatakan pemerintah daerah setiap tahun menganggarkan pembangunan PJU baru.
Menurut Dudi, pada 2026 Dishub Lebak membangun PJU di sekitar 100 titik prioritas. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total kebutuhan penerangan jalan di Kabupaten Lebak.
” Kebutuhan PJU di Kabupaten Lebak mencapai 14.988 titik. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 3.710 titik atau 24,75 persen yang terealisasi,” kata Dudi.
Dia menyebut masih ada 11.278 titik atau 75,25 persen kebutuhan PJU yang harus dipenuhi secara bertahap.
“Pemerintah daerah setiap tahunnya menampung ribuan pengajuan PJU dari masyarakat. Sebagai langkah awal, tahun ini direalisasikan sebanyak 100 titik prioritas dengan nilai anggaran Rp 7 juta per titik,” ujarnya.
Dudi mengakui pembangunan 100 titik PJU tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Kondisi itu tak lepas dari luas wilayah Kabupaten Lebak yang membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan tersebar.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten, Lebak juga mendapat dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan PJU di sejumlah ruas jalan nasional. Di antaranya ruas Malingping-Bayah dan Simpang Cibadak-Padasuka Warunggunung.
Bantuan juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten untuk sejumlah ruas jalan provinsi, seperti Citeras-Pintu Rel KA dan Lebak Picung.
“Kami berharap Provinsi Banten dan pemerintah pusat terus ikut membantu PJU di ruas jalan provinsi dan nasional,” ujar Dudi.
Dia menilai kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diperlukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan PJU, terutama di ruas jalan strategis dan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Pembangunan PJU diharapkan tidak hanya membuat jalan lebih terang, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas pada malam hari. (Dian)




